Ekonomi Politik NU dan Pesantren: Catatan Pasca Muktamar
Pesantren telah dan harus terus menjadi mesin mobilitas sosial dan menjadi kanal mobilitas vertikal. Agenda NU yang utama seharusnya bukan di wilayah politik praktis kekuasaan.
12 artikel ditemukan
Pesantren telah dan harus terus menjadi mesin mobilitas sosial dan menjadi kanal mobilitas vertikal. Agenda NU yang utama seharusnya bukan di wilayah politik praktis kekuasaan.
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih menjadi Ketua Umum PBNU periode 2026-2031, melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA). Untuk pertama kali dalam sejarah, AHWA diberi kewenangan memilih Ketua Umum PBNU, tak hanya Rais Aam. Dugaan intervensi pun menyeruak.
Politik Muktamar NU jauh lebih cair. Hubungan pesantren, keputusan kiai, kepentingan daerah, dan dinamika internal cabang dapat mengubah arah pilihan. Di sinilah Muktamar NU menjadi lebih rumit daripada sekadar hitung-hitungan jumlah cabang.
Latar belakang Prof. Nasaruddin Umar sebagai kader PMII merupakan modal sosial yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Di sisi lain, Gus Yahya juga mempunyai hubungan kuat dengan jaringan GP Ansor.
Keputusan resmi muktamar NU memang berada pada struktur wilayah dan cabang. Namun, arah keputusan sering kali dibentuk oleh komunikasi para kader dan alumni Badan Otonom (Banom) yang berada di dalam struktur tersebut.
Jangan sampai benar-benar ada yang menjadikan muktamar sebagai ladang mencari keuntungan pribadi. Sebab NU dibangun oleh keikhlasan para kiai, bukan oleh transaksi yang menggerus kehormatan organisasi.
'Mens Rea' memicu perdebatan publik sejak ditayangkan di Netflix. Di luar kontroversinya, Pandji Pragiwaksono menjadi komika pertama Indoensia dengan pertunjukan stand-up comedy nomor 1 di Netflix.
PBNU akhirnya pecah jadi dua kubu. Rapat pleno Syuriyah menetapkan Wakil Ketua Umum, KH Zulfa Mustofa, sebagai Penjabat (Pj) Ketua Umum,menggantikan Yahya Cholil Staquf. Tapi kubu Yahya meganggap rapat itu ilegal dan berkeras dia tetap ketua umum yang sah. Berkonflik karena tambang.
Tagar "Selamatkan anak-anak dari dugaan aksi pedofilia” ramai dibagikan di berbagai platform media sosial. Perilaku tak pantas Gus Elham yang menciumi anak kecil membuat lingkungan pesantren kembali disorot.
Tokoh pro-zionisme Ronit Ricci diundang sebagai pembicara seminar Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) dan Perpusnas. Universitas Indonesia menegaskan tak terlibat. Minta maaf karena pakai logo UI, Manassa memindah lokasi acara ke Perpustakaan Nasional.
Jauh sebelum kampanye rekonsiliasi muncul di era reformasi, KH Imam Azis dengan LKiS membuka kesadaran menuju ke sana sejak tahun 1993. Buku Kiri Islam yang dia terbitkan menjadi tanda baru, di mana penanda hijau dan merah tak selalu terjalin dalam relasi yang saling menegasikan.