Jakarta, TheStance – Nama pelawak tunggal atau komika Pandji Pragiwaksono ramai menjadi sorotan menyusul materi pertunjukan komedi tunggalnya bertajuk Mens Rea di Netflix.
Potongan video pertunjukan Mens Rea Pandji banyak yang viral di sosial media dan memicu berbagai reaksi.
Netizen terbelah. Ada yang menganggap materi Pandji relevan dengan kondisi Indonesia sekarang.
Ada pula yang menanggapi dengan sinis, menilai kritikan Pandji terhadap pemerintah dinilai tidak lucu, termasuk body shaming yang dialamatkan ke Wakil Presiden Gibran Rakabuming.
Bahkan, Pandji sampai dilaporkan ke polisi oleh pihak yang mengatasnamakan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama dan Aliansi Muda Muhammadiyah ke Polda Metro Jaya karena materi komedi yang disampaikannya dalam acara 'Mens Rea' dinilai menghina dan menimbulkan kegaduhan.
Meski kemudian, PBNU dan PP Muhamadiyah mengeluarkan pernyataan sekaligus menegaskan bahwa para pelapor bukan bagian representasi dari dua ormas islam tersebut.
Tak Menyesal Tayangkan Mens Rea di Netflix

Menanggapi polemik itu, Pandji mengaku tidak menyesal menayangkan spesial show bertajuk Mens Rea di Netflix.
“Gue sudah tahu pasti akan ada yang suka dan akan ada yang enggak suka. Itu sangat biasa,” kata Pandji dalam siaran langsung di akun Instagram-nya, Jumat (9/1/2026).
“Tapi gue sama sekali enggak menyesal. Gue bahkan happy, happy banget, sangat happy. Positifnya jauh lebih besar dari negatifnya,” tambahnya
Ia menjelaskan, sejak awal pembuatan Mens Rea, dirinya memang bercita-cita agar pertunjukan tersebut dapat ditonton oleh sebanyak mungkin orang.
Pandji juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dan doa yang ia terima dari masyarakat.
Bagi Pandji, ini adalah kali kedua ia dilaporkan polisi terkait materi stand up nya. Sebelumnya, pada November tahun lalu, Pandji dilaporkan Pemuda Toraja karena materi yang dianggap menghina adat Rambu Solo.
Pandji kemudian meminta maaf secara terbuka terkait jokes dalam pertunjukan "Mesakke Bangsaku" pada tahun 2013 lalu yang cuplikannya kembali viral di media sosial.
Karir Pandji Pragiwaksono, Penyiar Radio sampai Komedian

Pandji Pragiwaksono saat ini dikenal sebagai seorang komika. Namanya malang-melintang menghiasi dunia hiburan, setidaknya dalam 2 dekade terakhir.
Mengawali karir dengan menjadi seorang penyiar radio di Hard Rock FM Bandung pada 2001. Kemudian ia hijrah ke Jakarta, dan tetap melanjutkan karir sebagai penyiar radio Hard Rock yang berbasis di Jakarta selama tujuh tahun, kala itu Pandji terkenal berkat kolaborasinya bersama Steny Agustaf.
Pandji pertama kali dikenal sebagai presenter ketika memandu acara reality show "Kena Deh" yang tayangkan di Trans7. Karirnya sebagai presenter terus berlanjut di beberapa acara televisi.
Tak hanya dikenal sebagai penyiar dan presenter, Pandji juga merupakan seorang Rapper. Pada 2008, ia resmi merilis album musik rap pertamanya berjudul Provocative Proactive, yang menampilkan beberapa artis seperti Tompi, Steny Agustaf dan istrinya sendiri, Gamila Arief. Total ia sudah mengeluarkan album hiphop ke-4 berjudul 32, dan beberapa karya lainnya.
Belakangan, sosoknya lebih sering dikaitkan dengan dunia stand-up comedy.
Lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung ini mengawali karir sebagai pelawak tunggal pada 2010 untuk Twivate Concert. Kemudian bersama Raditya Dika mencetuskan kompetisi Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) di Kompas TV.
Pandji juga tercatat menjadi salah satu dari 5 orang yang mendirikan komunitas Standupindo. Komunitas yang berdiri sejak Juli 2011 ini, kini menaungi komunitas-komunitas lain di daerah dan telah menjadi wadah lahirnya komika-komika baru.
Karir Pandji di dunia komedi terus berlanjut, dengan memproduksi sendiri acara komedi tunggal di Teater Usmar Ismail, Bhinneka Tunggal Tawa. Sampai pada 2014, Pandji menjadi orang Indonesia pertama yang keliling dunia dengan karyanya, melalui Stand Up Comedy World Tour bertajuk Mesakke Bangsaku, dengan menyambangi 11 kota nasional dan 7 negara di 4 benua.
Pandji kemudian menggelar pertunjukan spesial tunggal lain, seperti Merdeka Dalam Bercanda (2012), Mesakke Bangsaku (2013), Juru Bicara (2016), Pragiwaksono (2018), Septictank (2019), Hiduplah Indonesia Maya (2019), Keadaan Kahar (2020), Ternyata Ini Sebabnya (2021), Komoidoumenoi (2022), hingga Mens Rea (2025).
Dari semula dihadiri ratusan penonton, pertunjukan Pandji belakangan menarik animo hingga ribuan pasang mata di venue acara. Dalam Mens Rea misalnya, pertunjukan puncak di Jakarta dihadiri sekitar 10 ribu penonton.
Komika Lokal Pertama Tembus Netflix

Di luar polemik dan kontroversi materi stand up comedynya, Pandji patut berbangga dengan pencapaiannya sebagai seorang komika.
Dia berhasil memecahkan rekor dengan menjadi Komika pertama lokal yang bisa menayangkan pertunjukan stand-up comedy di Netflix, platform streaming raksasa asal Amerika Serikat dan menjadi nomor 1 pada pekan pertama Januari 2026.
Sampai dengan Jumat (9/1/2026), pertunjukan bertajuk "Mens Rea" masih kokoh bertengger di nomor 1 kategori TV Shows di Netflix Indonesia. Namun, Netflix belum menunjukkan angka jumlah penontonnya secara gamblang.
Sebagai informasi, Mens Rea yang dalam istilah hukum artinya "Niat Jahat" adalah tur pertunjukan Stand Up Comedy bertema politik yang digelar Pandji beberapa waktu lalu.
Puncak dari tur Mens Rea digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (30/12/2025). Pertunjukan yang ditonton sekitar 10 ribu orang itu kemudian dirilis tanpa sensor pada platform Netflix, membuat penonton dari rumah dapat merasa menyaksikan acara tersebut secara langsung.
Seperti biasa, Pandji menyajikan materi-materi "pinggir jurang", mengangkat sudut pandang budaya hukum Indonesia dan absurditas kehidupan sehari-hari dalam stand-up bergaya satir.
Materi stand up comedy Pandji dalam Mens Rea secara garis besar mengulas tentang isu politik, hukum, keadilan, hingga kritik terhadap lembaga negara, dengan gaya khasnya yang memadukan kritik sosial, edukasi, dan humor. Ia juga mengajak audiens bermain dengan logika jenaka.
Berkat gagasan-gagasan "Menurut pendapat saya"-nya dan didistribusikan melalui platform streaming raksasa Netflix, gelaran stand up comedy spesial Pandji yang ke-10 ini pun viral, karena banyak menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat, bagi pendukung dan oposisi pemerintahan terpilih saat ini.
Pendapatan Pandji dari Tayangan Mens Rea di Netflix

Pertunjukan Mens Rea berhasil menggaet 10 ribu orang untuk menonton dan disebut-sebut sebagai pertunjukan stand up comedy terbesar, bukan hanya di Indonesia, tapi Asia Tenggara.
Dalam obrolan di podcast YouTube Juan & Eve, Pandji yang kini merintis karier di Amerika Serikat ini tanpa sungkan mengungkap honor yang ia terima dalam gelaran show tersebut dimana angkanya menembus nominal milyaran rupiah.
"Pokoknya gue bisa bilang, gua bisa jawab, tidak ada satu pun komika di Indonesia yang bayarannya sebesar bayaran gue untuk Mens Rea," kata Pandji dalam video yang diunggah pada 25 November 2025.
Pernyataan ini seolah mengukuhkan status Pandji sebagai pionir sekaligus komika dengan nilai jual tertinggi di Indonesia.
Tak mengherankan, sukses Pandji menembus Netflix mengundang pertanyaan banyak pihak tentang berapa pendapatan yang ia terima dari pembelian lisensi penayangan pertunjukan oleh Netflix.
Meskipun tidak ada angka pasti terkait dengan nilai untuk membeli lisensi atau menawarkan konten ke Netflix. Menurut Wall Street Journal, Netflix telah mengubah cara mereka untuk menghadirkan acara komedi stand-up spesial ke dalam platform.
Setelah bertahun-tahun secara eksklusif membeli hak untuk acara komedi spesial, yang menjadi salah satu genre paling populer di platform tersebut, Netflix menawarkan perjanjian lisensi dua tahun kepada para komedian seharga US$200.000, di Amerika Serikat.
Sementara itu, menurut Comedy Ville, setiap komika bisa mendapatkan pendapatan berbeda-beda dari pembelian lisensi penayangan pertunjukan oleh Netflix.
Dave Chappelle misalnya, bisa mendapatkan lebih dari US$20 Juta per acara spesial. Acara spesial Chappelle tahun 2024-2025 merupakan bagian dari perjanjian lisensi yang sedang berjalan. Ditambah tur dan lisensi, pendapatan tahunannya berada di kisaran US$60–80 juta.
Kemudian Ricky Gervais, komika legenda Inggris ini melanjutkan rangkaian kesepakatan blockbusternya dengan Netflix, melalui pertunjukan "Armageddon" dan acara mendatang yang dilisensikan akan secara global. Dia bisa memperoleh pendapatan sampai lebih dari US$15 juta tanpa harus banyak melakukan tur.
Ada juga, Tom Segura yang punya beberapa acara spesial Netflix dan audiens podcast yang sangat loyal, bisa meraup lebih dari US$5–8 juta. Segura menggabungkan pendapatan streaming, pendapatan tur langsung, dan merchandise. Acara spesialnya tahun 2025 "Full Circle" dilaporkan menghasilkan US$6 juta di muka.
Laporan yang dilansir dari ScreenRant, mencatatkan Tom Segura sebagai komedian standup Amerika Serikat pertama yang mengikat kontrak eksklusif dengan Netflix pada 2016 untuk menghadirkan acara spesial komedinya, dan ia telah memiliki enam pertunjukan spesial hingga kini.
Jauh sebelum mengumumkan kesepakatan eksklusif dengan Tom Segura, Netflix telah merilis sejumlah acara komedi spesial dari berbagai pertunjukan standup comedian ternama, termasuk Patton Oswalt dan Chelsea Handler.
Langkah itu kemudian membuka jalan bagi komik internasional lainnya, termasuk Pandji Pragiwaksono dari Indonesia yang pertunjukan spesialnya bertajuk "Mens Rea (2025)" resmi tayang sejak 27 Desember 2025, setelah dilaksanakan secara langsung di Jakarta, Agustus lalu.
Alih-alih hanya sebagai tontontan, acara Mens Rea digambarkan oleh analisis alat pemantau percakapan warganet, Drone Emprit, sebagai peristiwa sosial-politik yang jadi perbincangan publik apalagi setelah tayang di Netflix sejak akhir 2025.
“Mens Rea memicu hampir 20 ribu percakapan lintas media sosial, hampir 1.000 pemberitaan media online, dengan total interaksi lebih dari 117 juta (selama 11 hari sejak tayang di Netflix). Skala ini menempatkan Mens Rea bukan sekadar sebagai tontonan, tetapi sebagai peristiwa sosial-politik," tulis Drone Emprit. (est)
Simak info publik, kebijakan & geopolitik dunia di kanal Whatsapp dan Telegram TheStance