Jakarta, The Stance - Donald Trump berang setelah acara olahraga Super Bowl pada 8 Februari 2026 di California, Amerika Serikat (AS), menghadirkan Benito Antonio Martinez Ocasio, 31 tahun, penyanyi AS keturunan Puerto Rico.

Penyanyi yang beken dengan nama panggung "Bad Bunny" itu menyapa para penonton dengan bahasa Puerto Rico (Spanyol), bahkan membawa bendera Puerto Rico ke panggung.

Trump menyebut penampilan itu sebagai salah satu pertunjukan terburuk dalam sepanjang sejarah, dan penghinaan terhadap Amerika.

“Pertunjukan Super Bowl Halftime benar-benar buruk, salah satu yang terburuk, sepanjang masa! Pertunjukan itu tidak masuk akal, merupakan penghinaan terhadap keagungan Amerika,” tulis Trump dalam unggahannya di Truth Social. 9 Februari 2026.

Kemarahan Trump memang tidak mengherankan. Pasalnya, kebijakan anti-imigran merupakan salah satu kebijakan utama Trump.

Kebijakan itu dijalankan secara keras oleh Badan Penindakan Imigrasi dan Bea Cukai atau Immigration and Customs Enforcement (ICE), yang berada di bawah Kementerian Kamanan Dalam Negeri (Department of Homeland Security).

ICE berulang kali merazia imigran, bahkan terkadang melakukan penembakan. Salah satu tragedi berdarah misalnya terjadi di Minnesota, ketika ICE menembak dua warga AS dalam demonstrasi anti-ICE pada Januari dan Februari 2026 lalu.

Politik Anti-Imigran Trump

DI tengah ketegangan politik anti-imigran Trump itulah, acara Super Bowl yang ditonton 126 juta orang di AS, menghadirkan seorang penyanyi imigran, dan bahkan menyapa para pemirsa dengan bahasa Spanyol.

Sikap dii baliknya jelas: National Football League (NFL), asosasi olahraga American Football sebagai penyelenggara Super Bowl, menentang politik anti-imigran Trump.

Kontroversi soal penampilan Bad Bunny telah muncul sejak dirinya diumumkan sebagai pengisi acara pada September 2026 lalu. National Football League (NFL) pun dikecam oleh kelompok konservatif anti-imigran.

“Memalukan, mereka memilih seseorang yang tampaknya sangat membenci Amerika untuk mewakili mereka,” kata Penasihat Keamanan dalam Negeri Corey Lewandowski.

Para tokoh anti-imigran, yang kini banyak bercokol di pemerintahan Donald Trump, menentang kehadiran Bad Bunny di panggung pertandingan sepak bola amerika terbesar itu.

Organisasi konservatif Turning Point USA bahkan menggelar acara tandingan bertajuk “The All-American Halftime Show” yang menghadirkan Kid Rock dan sejumlah selebritas yang mendukung pemerintahan Trump.

Baca Juga: Selain Greenland, Berikut Daftar Wilayah yang Dianeksasi Amerika

Sekadar catatan, pada awal pemerintahan periode keduanya, Trump menargetkan akan mendeportasi 1 juta orang selama tahun pertama. Keseriusan Trump untuk mendepak imigran terbukti dengan perubahan prioritas anggaran tahun 2025.

Pemerintahan Trump menggelontorkan sekitar US$170 miliar (Rp2.867 triliun) untuk penanganan imigran dengan rincian untuk membangun tembok di perbatasan sekitar US$67 miliar.

Selain itu, ada pendanaan sekitar US$75 miliar dialokasikan untuk menangkap, menahan, dan mendeportasi imigran yang sudah tinggal di AS. Angka ini lebih besar dibandingkan tahun 2024 yang hanya US$ 30 miliar.

Dalam gencaran kampanye penanganan imigrasi, Trump juga mengerahkan ICE, yang banyak dikecam karena aksinya yang brutal.

Namun di kalangan artis dan selebriti AS, sikap anti-imigrasi Trump ini banyak ditolak. Dalam acara Grammy Awards 2026, penghargaan di bidang musik, para selebriti AS ramai-ramai mengenakan pin bertulis “ICE OUT” sebagai aksi protes.

Bad Bunny memang tidak bicara soal kebijakan imigrasi selama pentas 13 menit di lapangan, saat jeda pertandingan. Ia bicaa soal persatuan.

Namun pesan implisit yang disampaikan jelas. Dari awal sampai akhir dia bicara dalam bahasa Spanyol, bahasa ibunya. Dia hanya sekali bicara dalam bahasa Inggris, yaitu ketika mengucapkan, "God bless America".

Pentas hiburan Super Bowl pun menjadi panggung seni untuk menyatakan penolakan atas politik anti-imigran Trump. (mhf)

Simak info publik, kebijakan & geopolitik dunia di kanal Whatsapp dan Telegram TheStance