Jakarta, TheStance – Tim Nasional Futsal Indonesia berhasil mencatatkan sejarah untuk pertama kalinya berhasil melaju ke final Piala Asia Futsal 2026.
Indonesia berpeluang menjadi juara andai mampu mengalahkan raja futsal Asia sekaligus juara bertahan dan pemilik gelar terbanyak Piala Asia Futsal, Iran, di babak final, pada Sabtu 7 Februari 2026.
Sebelumnya, pertandingan semifinal Piala Asia Futsal antara Timnas Futsal Indonesia vs Jepang berakhir dengan skor 5-3 untuk kemenangan Merah Putih di Indonesia Arena, Kamis (5/2/2026).
Indonesia yang berada di peringkat ke-23 dunia berhasil mengalahkan Jepang yang duduk di ranking 13.
Atas pencapaian ini, Timnas Futsal Indonesia pun banjir pujian. Sebelumnya, timnas futsal Indonesia dibawah asuhan Hector Souto mampu menjadi juara SEA Games 2025 dan Juara Piala AFF 2024.
Namun, perkembangan pesat prestasi futsal Indonesia tidak dibangun dengan instan. Seiring waktu, futsal di Indonesia mampu berkembang menjadi cabang olahraga profesional dengan didukung pembinaan usia dini dan kompetisi yang terstruktur.
Kompetisi Futsal Profesional yang Terstruktur

Raihan prestasi di futsal Indonesia ternyata tak terlepas dari adanya sistem manajemen liga dan pembinaan yang cukup baik dari level paling rendah atau istilahnya akar rumput.
Di level profesional, Federasi futsal Indonesia atau FFI sebagai induk olahraga futsal di Indonesia memiliki sistem liga yang terbagi terhadap 2 kasta, yakni kasta utama atau Pro Futsal League yang digelar setiap tahunnya dengan sistem kompetisi dan juga Liga Futsal Nusantara yang menjadi kasta ke-2 liga futsal profesional di Indonesia.
Bahkan, dua level kasta liga futsal di Indonesia tersebut juga terbagi dengan 2 kategori, yakni putra dan putri. Selain level liga futsal reguler, FFI juga menyelenggarakan 2 kompetisi selingan semacam Piala Nasional Futsal Indonesia dan Piala Super Futsal Indonesia. Kedua kompetisi selingan ini juga dikelola secara profesional setiap tahunnya, baik di kategori putra maupun putri.
Di level liga futsal profesional di Indonesia, Pro Futsal League dianggap sebagai salah satu liga futsal terbaik di kawasan ASEAN. Bahkan, ada beberapa klaim yang menyebut jika liga futsal Indonesia juga menjadi salah satu yang terbaik di Asia. Hal ini dianggap menjadi salah satu daya tarik banyaknya pemain kelas dunia yang mau berkarir di liga futsal Indonesia.
Kehadiran legenda futsal dunia asal Portugal, Ricardinho bermasin di Pro Futsal League 2021 membawa dampak positif bagi futsal di Indonesia.
Selain manaikkan pamor kompetisi futsal, kehadiran Ricardinho bisa memicu pemain lokal lebih berkembang lagi. Mereka bisa mencontoh bagaimana permainan bintang futsal dunia itu di atas lapangan, seperti mentalitas, attitude, dan pemahaman taktik.
Pengelolaan Futsal di Indonesia Dimulai Sejak Level Paling Rendah

Jika di level paling profesionalnya sudah memiliki kompetisi yang berjenjang dan dikelola dengan baik, maka di level dasar sendiri olahraga futsal juga tak kalah baik dalam segi pengelolaan. Banyak kompetisi di level junior hingga amatir juga kerap diselenggarakan di berbagai daerah. Mulai dari level regional hingga bertaraf nasional. Bahkan, banyak sekolah-sekolah mulai tingkatan Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengan Atas (SMA) yang memiliki kegiatan ekstrakurikuler futsal.
Kondisi ini sendiri secara tidak sadar juga membentuk adanya atmosfir kompetisi futsal dari usia dini di Indonesia dengan cukup terstruktur. Bahkan, pengelolaan kompetisi tersebut beberapa dikelola secara profesional kendati masih di level junior maupun amatir.
Kehadiran kompetisi-kompetisi futsal dari level paling bawah ini sendiri yang tentunya menjadi penopang dari kemajuan olahraga futsal di Indonesia yang kian tahun kian berkembang.
Kepala Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto menyebut Federasi Futsal Indonesia sedang membangun jembatan pemain yang berkesinambungan dari timnas senior hingga ke level SMP untuk mempersiapkan target prestasi jangka panjang.
"Janji saya ke federasi adalah untuk meninggalkan warisan, kami sedang dalam proses itu. Seperti yang dikatakan Michael, kita sedang membangun jembatan dari timnas senior, ke senior B, ke U19, U16, dan harapannya ke generasi yang lebih muda," ujar pelatih asal Spanyol ini.
Souto yang juga menjabat sebagai Direktur Teknik Timnas Futsal Indonesia itu menjelaskan jembatan pemain itu diwujudkan dalam bentuk menyamakan manajerial dan teknik pelatihan yang diterapkan oleh timnas futsal senior hingga level SMA dan SMP.
Banyaknya SMP dan SMA yang mengembangkan olahraga futsal juga sangat memudahkan FFI dalam melakukan pencarian talenta muda terbaik.
Ditambah lagi, banyaknya berbagai kompetisi futsal antarsekolah semakin mengokohkan pondasi dalam membangun Timnas Futsal Indonesia.
Dukungan Penuh dan Komitmen Federasi

Federasi Futsal Indonesia (FFI) menegaskan kalau pencapaian gemilang di kancah regional periode 2024-2025; mulai dari AFF 2024, CFA dan SEA Games 2025 adalah implementasi dari roadmap jangka panjang yang terukur.
Targetnya jelas, yakni menjaga ritme kompetisi dan peak performance dari Timnas, dan tampil maksimal sebagai tuan rumah dalam AFC Futsal Asian Cup 2026.
Prestasi gemilang Timnas Futsal belakangan ini dinilai sebagai hasil dari ekosistem liga yang kian kompetitif serta kolaborasi solid antar stakeholder.
"Ini adalah bagian dari roadmap jangka panjang Timnas Indonesia. Kami tidak hanya berbicara tentang kemenangan dalam satu pertandingan, tetapi membangun Futsal Indonesia secara menyeluruh demi menjaga ritme kompetisi dan performa pemain," tegas Ketua Federasi Futsal Indonesia, Michael Sianipar.
Federasi juga membentuk Tim Akselerasi Prestasi, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk mengangkat prestasi futsal Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi di kancah internasional.
Tim yang dipimpin langsung oleh Michael Sianipar ini, terdiri dari sejumlah profesional pada bidangnya masing-masing dan akan fokus pada beberapa area penting untuk meningkatkan kualitas dan daya saing futsal Indonesia.
Program-program yang dirancang termasuk pelatihan intensif untuk Tim Nasional, perbaikan struktur kompetisi, serta kolaborasi strategis dengan berbagai pihak terkait di dunia futsal.
"Pembentukan Tim Akselerasi Prestasi ini merupakan langkah strategis untuk memajukan futsal Indonesia," ujar Michael Sianipar, Senin (5/8/2024).
Mentalitas Juara Hector Souto

Dari sisi teknis, performa impresif Timnas tidak lepas dari kualitas kompetisi domestik dan tangan dingin pelatih kepala, Hector Souto.
Kapten Timnas Putra Futsal Indonesia, M. Iqbal, mengakui peran vital kompetisi liga dalam menempa mentalitas pemain sebelum masuk ke kamp pelatnas.
"Timnas yang kuat lahir dari liga yang kompetitif. Kami sangat mengapresiasi kualitas Profesional Futsal League yang semakin ketat dengan intensitas tinggi. Tekanan di level klub membuat kami terbiasa saat menghadapi laga internasional," ungkap Iqbal.
Lebih lanjut, Iqbal juga memuji peran sentral Hector Souto sebagai pelatih kepala.
Bukan hanya andal sebagai juru taktik, Souto juga mampu meningkatkan mental para pemain.
"Coach Hector bukan hanya pelatih taktik, tapi motivator ulung yang menanamkan winning mentality. Taktiknya cair dan adaptif, namun yang terpenting adalah kepercayaan penuh yang ia berikan kepada pemain muda maupun senior. Chemistry ini membuat kami tampil lepas tanpa beban,” ujarnya.
Souto juga mampu menaikan level Indonesia dengan memberlakukan kompetisi antar pemain. Dia juga berani tidak memanggil nama-nama besar ke timnas dan memberikan kesempatan pada pemain muda untuk unjuk gigi.
Bukan tanpa alasan. Souto melihat banyaknya talenta hebat di kompetisi Indonesia. Gak heran, timnas mampu juara China tanpa pemain inti.
Kini, Souto punya sekitar 30-40 daftar pemain di Timnas Indonesia dengan kualitas yang tak jauh berbeda. Dia pun bisa lebih leluasa dalam memilih pemain, sesuai dengan kebutuhan taktikal tim.
Menuai Pujian Pelatih Asia

Perkembangan futsal Indonesia pun kian mendapat pengakuan di tingkat Asia. Sejumlah pelatih dan pemain lawan menyampaikan apresiasi atas kemajuan pesat Tim Nasional Futsal Indonesia.
Pelatih timnas futsal Korea Selatan, Paulo Fernandes, menilai Indonesia saat ini menjadi contoh pengembangan futsal yang patut dipelajari. Menurutnya, Indonesia memiliki arah pembinaan yang jelas dan berkelanjutan.
“Saat ini futsal Indonesia berkembang sangat pesat. Mereka memiliki proyek yang jelas untuk bertumbuh. Hal seperti inilah yang dibutuhkan Korea untuk masa depan futsal kami,” ujar Fernandes.
Pengakuan serupa disampaikan pelatih timnas futsal Irak, Joao Carlos. Pelatih asal Brasil tersebut bahkan menyandingkan kultur futsal Indonesia dengan negara asalnya.
“Futsal Indonesia mungkin sudah setara dengan Brasil. Bedanya, di Brasil yang lebih berkembang adalah sepak bola. Dengan kondisi futsal di Indonesia seperti sekarang, kami senang bisa ambil bagian dalam turnamen ini,” kata Carlos.
Sementara itu, Pelatih futsal Australia, Miles Downey, mengakui bahwa futsal Indonesia kini menunjukkan kemajuan luar biasa, baik dari sisi kualitas pemain maupun organisasi permainan.
Bahkan, Downey menyebut bahwa Timnas Futsal Indonesia saat ini menjadi salah satu tim terkuat di kawasan Asia. Ia menilai permainan Indonesia semakin matang dan memiliki gaya bermain yang sulit dihadapi.
"Indonesia terus berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Mereka sudah menjadi salah satu tim terkuat di Asia saat ini," ujar Downey.
Menurut Downey, kemajuan pesat Timnas Futsal Indonesia tidak lepas dari peran pelatih Hector Souto yang mampu membangun fondasi tim dengan kuat.
Kolaborasi antara pemain muda dan pemain berpengalaman disebut menjadi faktor penting yang membuat tim ini tampil konsisten di berbagai ajang internasional. (est)
Simak info publik, kebijakan & geopolitik dunia di kanal Whatsapp dan Telegram TheStance