Kuota Hangus, Bukti Konsumen Hanya Menyewa Akses Data Internet
Skema kuota hangus adalah model bisnis yang menghilangkan tak hanya hak kepemilikan, melainkan juga hak memilih (fleksibilitas) konsumen. Mereka tak bisa membeli sesuai kebutuhan, melainkan harus menyesuaikan diri dengan paket yang dirancang pelaku industri.
Baca
“Rupiah Undervalued”: Cerita yang Terus Diulang, tapi Tak Pernah Selesai
Jika narasi “Rupiah Undervalued” terus diulang selama lebih dari satu dekade tanpa perbaikan nyata, bahkan cenderung sebaliknya, maka yang perlu dievaluasi bukan saja nilai wajar rupiah… tetapi juga pemahaman tentang fundamental tersebut.
Baca
Kisruh Keraton Solo: PB XIV Purboyo Cabut Gugatan terhadap Menbud Fadli Zon
PB XIV Purboyo sebelumnya menggugat Menteri Kebudayaan Fadli Zon ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta atas penunjukan Panembahan Agung Tedjowulan sebagai pelaksana pengembangan Keraton Surakarta. Namun, selang beberapa hari, gugatan ini dicabut.
Baca
Masa Bulan Madu Usai, Kendaraan Listrik Kini Tak Lagi Bebas Pajak
Pemerintah mengeluarkan peraturan baru terkait dengan pajak kendaraan listrik. Mobil dan motor listrik tak lagi bebas pajak. Nominalnya akan ditentukan pemerintah daerah.
Baca
Buah Bebas Aktif Ala Prabowo: Tak Menang di Depan AS, Tersandera oleh Iran
Tarif resiprokal diteken, mewajibkan Indonesia mengimpor barang AS, dan tetap kena tarif 19%. Ruang udara disinyalir bakal bebas dilewati mesin tempur AS. Sudah mengalah di hadapan AS, gagal juga memenangkan kepentingan nasional di depan Iran. Ibarat kata, Indonesia ditabok kedua pihak.
Baca
Polemik Kuota Hangus: Kontrak Sah atau Penyerobotan Hak Konsumen?
Sebuah model bisnis tak serta-merta bisa dicap ilegal hanya karena dianggap tidak menyenangkan bagi sebagian konsumen. Namun problem dari praktik kuota hangus adalah konsumen tidak bisa menolak kontrak produk yang kini dirasakan telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
Baca
Membawa Laut dan Hutan ke Ruang Tamu: Filosofi Jam Dinding Arborea
Perjalanan seniman dari Bogor menciptakan jam dinding artistik Arborea. Dia memulai karir memproduksi furnitur, hingga kemudian berujung proses kreatif membuat jam dinding artistik bernuansa alam dengan filosofi mendalam.
Baca
Faktor Moody's dan MSCI di Balik Anjloknya Rupiah Lampaui 17.200 per Dolar AS
Rupiah anjlok ke level terendahnya sepanjang sejarah dan sempat menyentuh level psikologis 17.300 terhadap dolar AS setelah Morgan Stanley memperpanjang pencekalan saham Indonesia dari daftar indeks MSCI. Ironisnya, mayoritas media mainstream menuding biangnya faktor eksternal.
Baca
Ang Zen dan Ikhtiar Harmonisasi Hukum Islam dan Modernitas
Dia mencoba memotret kajian yang terbilang langka dengan membahas tema terkait isu kekerasan (violence) dari perspektif hukum Islam. Riset disertasinya membuktikan bahwa studi-studi terkait isu kekerasan dalam perspektif Islam selama ini tidak cukup lengkap, bahkan cenderung bias.
Baca
Paradoks Ade Armando
Ade Armando tidak jatuh dari langit sebagai produsen narasi. Ia tiba melalui serangkaian pilihan yang secara kumulatif membentuk pergeseran fundamental: dari orang yang melindungi publik dari manipulasi informasi menjadi orang yang memproduksinya dengan kecakapan profesional.
Baca
Saling Membantu untuk Menemui Diri Kita Masing-Masing
Ketika seseorang kehilangan hatinya, tidak ada seorang pun bisa menunjukkan jalannya; Yang bisa dilakukan oleh orang lain adalah sekedar membantu orang itu menemukan kembali hatinya yang hilang itu.
Baca
Takdir Mubram dan Cinta Seorang Ibu: Pelajaran dari Pejuang Cerebral Palsy
Seiring berjalannya waktu, Setiawati menerima bahwa semua ini adalah takdir dan juga rezeki Tuhan yang dilimpahkan untuk dia dan keluarganya. Dia pun menjalaninya dengan ikhlas. Walaupun tidak mudah, dia menemukan sebuah pencerahan, yang bagi orang awam hampir musykil mendapatinya.
Baca