Jakarta, TheStance  – Di tengah kompetisi industri konten global yang kian sengit, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul mengambil langkah strategis melalui pemanfaatan soft power kreatif.

Pada Kamis (12/2/2026), bertempat di CGV Yongsan I-Park Mall, KBRI Seoul menggelar diplomasi budaya melalui ajang Special Screening Jumbo X Embassy of Indonesia in Seoul.

Tak sekadar pemutaran film, ajang tersebut menjadi etalase kemajuan pengembangan industri kreatif Indonesia di hadapan publik Korea yang dikenal memiliki standar sinematik sangat tinggi.

Hadirnya film Jumbo, karya animasi bergenre fantasi-petualangan, menjadi tonggak sejarah sebagai animasi panjang pertama asal Indonesia yang berhasil menembus layar lebar di Negeri Gingseng.

Film yang disutradarai Ryan Adriandhy ini menyuguhkan kisah perjalanan Don, seorang anak yatim berusia 10 tahun, dalam menemukan kekuatan dirinya melalui persahabatan magis.

Sempat menduduki posisi sebagai film terlaris, dengan 10,2 juta penonton, Jumbo digeser oleh Agak Laen (2): Menyala Pantiku yang meraup 10,4 juta penonton menurut Katadata.

Namun dalam kategori film animasi lokal, posisi Jumbo belum terkalahkan, sebagai menjadi film animasi terlaris di tanah air. Posisi kedua dipegang Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir (2017) yang hanya meraup 642.312 penonton.

Narasi Lintas Budaya Jadi Pertimbangan Utama

Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan

Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Korea Cecep Herawan menekankan bahwa pemilihan Jumbo sebagai film yang dipasarkan di Korea Selatan didasarkan pada kekuatan narasi yang melintasi batas-batas geografi.

“Film ini menghadirkan kisah tentang persahabatan, keluarga, dan proses tumbuh dewasa dengan pesan universal yang dapat menyatukan kita, di mana pun berada,” tuturnya melalui keterangan tertulis yang diterima TheStance.

Lebih jauh, Cecep menegaskan bahwa pemutaran ini merupakan manifestasi dari komitmen Indonesia memperkuat hubungan bilateral melalui jalur kebudayaan modern.

“Melalui promosi film Jumbo, kami ingin membangun pemahaman yang lebih dalam antara masyarakat Indonesia dan Korea, sekaligus menunjukkan kemajuan industri kreatif Indonesia di tingkat global,” tambahnya.

Kehadiran film tersebut di Seoul juga menjadi ujian bagi kualitas teknis animasi Indonesia. Hasilnya menjanjikan; penonton lokal memberikan apresiasi positif terhadap kualitas produksi Visinema Studios, Springboard Entertainment, dan Anami Films ini.

Yeon Seungjae, warga Seoul yang berkesempatan hadir dalam Special Screening tersebut, mengungkapkan kekagumannya terhadap estetika visual yang disajikan.

“Film jumbo menampilkan animasi yang bagus, dan alur ceritanya juga sangat menyentuh,” ungkapnya.

Testimoni ini membuktikan bahwa nilai-nilai keberanian, kepercayaan diri, dan kehangatan keluarga yang diusung oleh produser Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari memiliki resonansi emosional yang kuat bagi publik internasional.

Baca Juga: Salip Film Pertamanya, 'Agak Laen 2' Sajikan Formula Baru Komedi Nasional

Setelah sukses meluncur di tanah air pada 31 Maret 2025 dan berkeliling ke berbagai negara, kehadiran Jumbo di Korea didukung oleh kemitraan strategis.

KBRI Seoul menggandeng Barunson E&A, distributor film ternama di Korea, untuk memastikan film ini tidak hanya berhenti di meja diplomasi, tetapi juga menjangkau pasar komersial secara luas.

Kolaborasi dengan distributor lokal ini menunjukkan upaya total KBRI dalam menjembatani industri kreatif nasional dengan ekosistem bisnis film di mancanegara. Jumbo dijadwalkan rilis secara resmi ke publik Korea mulai Rabu (18/2/2026).

Diawali dari Special Screening, pemerintah Indonesia berharap mengirimkan pesan kuat kepada korps diplomatik, akademisi, dan pelaku industri yang hadir bahwa Indonesia kini adalah pemain serius dalam industri animasi global.

Namun selanjutnya, pemerintah berupaya membangun fondasi diplomasi budaya yang lebih dinamis dan relevan dengan perkembangan zaman dengan masyarakat Korea Selatan lewat hubungan masyarakat (people-to-people contact) berbasis film.

Jumbo kini bukan lagi sekadar karakter atau film animasi, melainkan duta kebudayaan yang mewakili Indonesia ke panggung dunia, setidaknya ke Korea Selatan. (par)

Simak info publik, kebijakan & geopolitik dunia di kanal Whatsapp dan Telegram TheStance