Jakarta, TheStance – Film Agak Laen 2 resmi menyalip jumlah penonton film pertamanya. Kepastian ini diperoleh setelah rumah produksi Imajinari mengumumkan bahwa per Sabtu (27/12/2025) Agak Laen: Menyala Pantiku! sukses meraup 9.375.190 penonton.
Hebatnya lagi, capaian ini diraih hanya dalam waktu 30 hari tayang, sejak pertama kali tayang di bioskop mulai 27 November 2025.
"30 hari tayang, udah 9.375.190 pasukan yang reuni sama hantu pasar malam," tulis Imajinari dalam unggahan di Instagram, Sabtu (27/12/2025).
Perolehan ini menempatkan Agak Laen 2 menyalip jumlah penonton film pertamanya yang rilis pada 2024 dengan 9.126.607 penonton dalam waktu 98 hari penayangan.
Capaian ini juga memperkuat posisi Agak Laen 2 sebagai salah satu film dengan pertumbuhan penonton tercepat tahun ini.
Apalagi, pencapaian ini diraih dengan masa tayang yang belum genap sebulan. Dengan jumlah penonton yang terus merangkak naik, kisah 4 detektif kocak Agak Laen ini diprediksi bakal terus menorehkan rekor-rekor baru.
Peluang Agak Laen 2 Salip Jumbo

Dalam jajaran daftar film Indonesia terlaris, Agak Laen 2 saat ini berada di posisi ketiga, di bawah Jumbo dan KKN di Desa Penari.
Melihat kecepatan capaian Agak Laen 2 yang diraih dalam waktu kurang dari satu bulan, peluang untuk menyalip rekor dua film di atasnya masih terbuka lebar karena Agak Laen 2 bakal terus tayang setidaknya hingga akhir pekan pertama 2026.
Film karya sutradara Muhadkly Acho ini berpotensi menggusur KKN di Desa Penari (2022) yang berada di posisi kedua dengan 10.061.033 penonton serta film Indonesia terlaris sepanjang masa, Jumbo (2025), yang mengumpulkan 10.233.002 penonton.
Menurut data yang dikumpulkan laman swasta pencatat perolehan penonton Cinepoint pada Jumat (26/12), film Agak Laen 2 masih mendapatkan jumlah layar yang lumayan tinggi, yakni 1.785 layar, atau naik 9,51 persen dari hari sebelumnya.
Penambahan jumlah layar tersebut mengindikasikan kepercayaan bioskop bahwa film tersebut masih menarik animo masyarakat untuk datang dan menonton.
Padahal, Agak Laen 2 saat ini berhadapan dengan dua film yang notabenenya memiliki banyak penggemar yakni genre horor yang diwakili Janur Ireng yang rilis pada 25 Desember 2025, dan blockbuster sekelas Avatar: Fire and Ash.
Dengan performa yang masih cukup prima untuk bertahan menghadapi dua film baru ditambah dengan peluang menambah penonton pada libur Nataru hingga pekan pertama 2026, bukan mustahil selisih 1,015 juta penonton dengan Jumbo bisa terkejar.
Nazar Unik Pemain Agak Laen 2

Di balik angka penonton yang terus bertambah, yang juga menarik ditunggu adalah tradisi nazar unik dari para pemain utama Agak Laen 2.
Seperti diketahui, sebelumnya di Agak Laen 1, kuartet pemeran utama Agak Laen memenuhi nazar menjadi manusia silver di Bundaran HI setelah berhasil mencetak angka 7 juta penonton.
Di Agak Laen 2 ini, mereka sempat menyampaikan nazar akan mengabdi ke panti jompo sebagai bentuk rasa syukur jika jumlah penonton film ini berhasil melewati rekor Agak Laen pertama.
Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel, dan Oki Rengga pun mengaku siap menunaikan nazar mereka setelah jumlah penonton film tersebut melampaui capaian film pertamanya.
Bentuk nazar ini ramai diperbincangkan bukan hanya karena unik tapi sekaligus menunjukkan sisi humanis dari para pemain.
"Melampaui jumlah penonton di Agak Laen yang pertama. Kami sepakat melakukan nazar untuk mengabdi ke panti. Kapan waktunya nanti akan kami cari, ditunggu saja. Tapi kalau nanti sudah mengabdi di panti, jangan berhenti nonton," ujar para pemain dalam video yang diunggah akun Instagram Imajinari.
Cerita dan Karakter Baru ala Warkop DKI

Sejak awal, Imajinari selaku rumah produksi film Agak Laen 2 sudah menegaskan film kedua ini bukanlah sekuel maupun prekuel dari Agak Laen (2024), melainkan cerita baru dengan dunia dan karakter yang sepenuhnya berbeda ala film Warkop DKI.
Meski bukan kelanjutan dari film pertama, Imajinari mengeklaim bahwa semangat komedi khas Agak Laen tetap dipertahankan dengan sentuhan baru yang segar.
“Kami terinspirasi dari Warkop DKI, dari film ke film mereka bisa jadi apa aja tanpa harus memikirkan sekuel, prekuel, atau spin-off. Jadi pokoknya Boris, Oki, Jegel, Bene kali ini ngapain sih? Ya sudah, namanya sama, tapi dunia dan karakternya bisa kami reset total." ujar Ernest Prakasa selaku Produser dalam konferensi pers perilisan trailer Agak Laen: Menyala Pantiku! yang digelar pada Rabu, (8/10/2025).
Dengan pendekatan tersebut, Agak Laen 2 menghadirkan cerita yang benar-benar baru. Film ini menceritakan petualangan baru bagi kuartet komika: Boris Bokir, Bene Dion, Indra Jegel, Oki Rengga, yang kali ini berprofesi sebagai detektif yang selalu gagal.
Mereka mendapat kesempatan terakhir untuk membuktikan diri dengan menjalankan misi menyamar di sebuah panti jompo misterius.
Misi mereka memburu seorang buronan kasus pembunuhan yang bersembunyi di antara para lansia. Penyamaran Bene, Boris, Jegel, dan Oki di dalam panti memicu berbagai kekacauan dan komedi situasi yang absurd.
Agak Laen: Menyala Pantiku turut dibintangi Ariyo Wahab, Priska Baru Segu, Boah Sartika, Chew Kin Wah, Jajang C. Noer, Jarwo Kwat, Egi Fedly, dan Tissa Biani.
Naskah Solid dan Komedi yang Lebih Rapi Jadi Formula

Dibandingkan film pertama, Agak Laen: Menyala Pantiku! menyuguhkan sebuah peningkatan kualitas yang signifikan, baik dari segi naskah, teknis, hingga kedalaman emosi.
Berbeda dari premis horor-komedi sebelumnya, kali ini Imajinari membawa genre misteri-detektif. Walau tidak melanjutkan cerita dari film sebelumnya, identitas komedi tetap menjadi roh utama produksi ini.
Produser Dipa Andika menegaskan bahwa film kedua ini tetap mempertahankan formula yang membuat Agak Laen pertama sukses, namun dengan cita rasa baru.
“Ketika kami bikin film Agak Laen, bumbu utamanya tetap komedi. Tapi kami harus tentukan mau ke arah mana. Kalau film pertama bumbunya horor, ujung-ujungnya tetap jadi drama komedi. Nah, yang kedua ini tetap drama komedi, tapi dengan bumbu investigasi,” kata Dipa.
Poin paling menonjol dari film ini adalah naskahnya yang digarap dengan sangat matang oleh Muhadkly Acho, yang juga duduk di kursi sutradara.
Jika di film pertama komedi terasa sangat chaos dan bertubi-tubi, di film kedua ini komedi terasa jauh lebih rapi dan solid.
Penonton disuguhkan aksi kocak sekaligus menegangkan dari keempat detektif ini. Selain humor khas Agak Laen, sutradara Acho di film ini juga berhasil menyisipkan refleksi realita sosial Indonesia dalam balutan drama dan komedi.
Acho seolah ingin menunjukkan dengan jelas, bagaimana identitas yang sensitif sebenarnya bisa dibawakan dengan santai tanpa harus pakai urat.
Baca Juga: "Timur” Resmi Tayang Perdana, BNI Bersama Iko Uwais Bawa Angin Segar Film Laga Nasional
Agak Laen 2 juga dinilai berhasil dalam memformulasikan komedi verbal dan slapstick dengan baik. Formula ini jelas sangat tricky dan peramunya mesti jeli dalam menentukan penggunaannya.
Seperti diketahui, komedi slapstick memang mudah membuat tawa terutama untuk masyarakat awam, tapi rentan membuat sebuah karya menjadi kehilangan esensi.
Tapi lagi-lagi, kemampuan melawak natural dan chemistry yang kuat dari kuartet Boris, Jegel, Oki, dan Bene mampu membantu Acho dalam membawakan komedi slapstick tersebut lewat mimik, akting, tingkah laku, hingga koneksi di antara mereka.
Hal ini persis seperti yang dilakukan trio Warkop DKI dalam film-film legendaris mereka dulu. Selain itu, kuartet Agak Laen didukung oleh plot yang kuat, sehingga membuat kelucuan mereka terasa lebih berbobot.
Tidak ketinggalan, kehadiran aktor senior seperti Jajang C. Noer, Chew Kin Wah, dan Jarwo Kwat juga memberikan nyawa tersendiri bagi film ini.
Porsi cerita mengharukan bermain sangat apik di sini. Komposisi antara rasa haru, gembira, komedi, ketegangan, dan kesedihan diracik dengan pas. Tidak berlebihan, tapi cukup untuk membuat mata berkaca-kaca.
Boleh dibiang Agak Laen: Menyala Pantiku! adalah paket lengkap. Film ini berhasil membuktikan bahwa film kedua tak selalu lebih buruk dari film pertama.
Dengan waktu tayang yang masih panjang dan animo yang belum surut, menarik untuk disimak apakah film ini mampu mencatat rekor baru menempati posisi pertama film Indonesia terlaris sepanjang masa. (est)
Simak info publik, kebijakan & geopolitik dunia di kanal Whatsapp dan Telegram TheStance