Balada Negeri Serba Naik: Naik Angka atau Naik Sejahtera?
Sajak evaluasi dua tahun Prabowo Gibran.
10 artikel ditemukan
Sajak evaluasi dua tahun Prabowo Gibran.
Joko Widodo akhirnya mengaku memiliki kartu tanda anggota (KTA) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sejak setahun lalu. Langkah ini dinilai sebagai upaya mantan presiden itu untuk membesarkan partai, di tengah tantangan kenaikan ambang batas parlemen dari 1%. Namun Jokowi tak gentar.
Pasangan Prabowo dan Gibran adalah produk, end-result, dari proyek eksperimentasi politik Jokowi. Hari-hari ini pasangan ini semakin terlihat aneh, odd-couple, sebagai presiden dan wapres. Jika pemerintahan adalah keluarga, maka semakin jelas potret dysfunctional family.
Setahun pemerintahan Prabowo-Gibran banyak diisi kabar buruk. Fiskal krisis dan politik masih di bawah pengaruh Jokowi. Survey Celios mengungkap ketidakpuasan publik terhadap kinerja pemerintah sangat tinggi. Prabowo-Gibran mendapat skor 3 dari 10.
Itu adalah kali ketiga Presiden Prabowo Subianto berbicara kepada awak media sejak demonstrasi pertama pecah pada 25 Agustus 2025. Selama itu pula dia tak didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Anak Joko Widodo ini tak pernah membuat pernyataan publik terkait demonstrasi.
Prabowo tuding demonstrasi "Indonesia Gelap" didanai koruptor. Pernyataan yang dinilai "tutup kuping" atas realitas di masyarakat sekaligus merendahkan gerakan sipil.
Sinyal buruk penuntasan kasus HAM: menko bidang HAM salah mendefinisikan 'pelanggaran HAM berat.'
Rencana besar diumbar, pidato impian diulang, tapi implementasi seringkali nol besar karena pemburu rente.
Hadirnya para tokoh internasional sebagai pengajar menunjukkan upaya Prabowo mengajak kabinetnya go global.
Tak hanya mendorong "persatuan", kabinet gemuk berisiko mematikan oposisi dan menyatukan semangat kolusi.