Pengadaan 21 Ribu Motor Listrik oleh BGN dan Penghamburan Uang Negara
Badan Gizi Nasional (BGN) membelanjakan hampir Rp1 triliun untuk membeli 21.801 motor listrik bagi operasional kepala SPPG. Kebijakan ini dinilai menghamburkan uang negara.
8 artikel ditemukan
Badan Gizi Nasional (BGN) membelanjakan hampir Rp1 triliun untuk membeli 21.801 motor listrik bagi operasional kepala SPPG. Kebijakan ini dinilai menghamburkan uang negara.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut bahwa pengangkatan tidak berlaku untuk seluruh pegawai SPPG. Hanya untuk kepala SPPG, akuntan, dan ahli gizi. Namun, kebijakan itu dinilai tidak adil bagi para guru honorer yang mesti menunggu bertahun-tahun untuk diangkat menjadi ASN PPPK.
Pernyataan Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal, bahwa 'tidak diperlukan ahli gizi' dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan dapat digantikan lulusan SMA, menuai kecaman. Program MBG ternyata minim keterlbatan ahli gizi.
Pengadaan ompreng MBG memiliki banyak masalah. Ompreng bertuliskan "Buatan Indonesia" ternyata dibuat di Chaoshan, Cina. Ada juga indikasi impor ilegal, pemalsuan label SNI, hingga kandungan lemak babi dalam proses produksinya.
Bahan mentah, makanan ultra-proses, dan kudapan ringan tinggi gula masuk dalam menu MBG di wilayah Tangerang Selatan, Banten. Pengelola dapur umum MBG mengaku bertanggung jawab, menyebut hal ini dilakukan karena memasuki masa libur. Pengamat mendesak kebijakan MBG dikaji ulang.
Badan Gizi Nasional ingin mengasuransikan siswa di program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul maraknya keracunan. Ekonom menilai pemborosan, sekaligus akal-akalan. Lainnya menilai absurd. Sebegitu berbahayakah makanan MBG hingga penyantap perlu diasuransikan?
Program MBG dijalankan secara terburu-buru demi mengejar janji politik. Pengamat khawatir kasus keracunan yang selama ini diangkat di media, hanya sebagian kecil dari yang sesungguhnya terjadi.
Tanpa program MBG pun, Indonesia sudah menyumbang 20,9 juta ton sampah makanan setiap tahunnya.