Jebakan Pertumbuhan Lima Persen
Ibarat mobil, saatnya pemerintah berpindah dari “gigi tiga ke gigi lima”, mengubah cara berpikir dan bertindak menuju status negara maju tahun 2045.
8 artikel ditemukan
Ibarat mobil, saatnya pemerintah berpindah dari “gigi tiga ke gigi lima”, mengubah cara berpikir dan bertindak menuju status negara maju tahun 2045.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total utang masyarakat di pinjol dan paylater sudah mencapai Rp101,3 triliun per September 2025. Ekonom menilai kenaikan itu karena masyarakat menjadikan utang pinjol untuk menahan pelemahan daya beli.
Restrukturisasi Whoosh bukan sekadar menyelamatkan proyek, tetapi merupakan ujian bagi kemampuan negara berpikir dengan jernih dan berdaulat dalam membangun masa depan. Bukan keputusan sesaat demi penyehatan kas yang akan kambuh berulang dan memicu penyakit yang lebih akut.
Prabowo mengatakan akan mengambil-alih tanggung jawab atas proyek kereta cepat. Lantas bagaimana dengan dugaan mark-up dan korupsi di proyek itu? Apakah akan diusut? Belum lagi, membayar utang kereta cepat dengan APBN mengandung moral hazard sekaligus risiko hukum.
Maka biarkan naga baja itu tetap meluncur. Dan bagaimana pun tidak mesti bersama naga baja China lagi.
Menkeu Purbaya minta Danantara --yang memperoleh dividen dari BUMN-- membayar. Tapi Danantara tidak punya jalan keluar lain kecuali mengandalkan APBN. Resiko gagal bayar di depan mata. Cina berpeluang minta kompensasi yang sangat merugikan Indonesia.
Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan sepakat berbagi beban Surat Berharga Negara (SBN) atau burden sharing untuk membiayai program Asta Cita. Moneter dipaksa berekspansi demi memikul beban fiskal pemerintah untuk mendukung program presiden. Laju utang pun kian cepat.
Defisit APBN 2025 ternyata bengkak meski ada efisiensi anggaran. Selain membuka blokir anggaran, pemerintah juga menggunakan Saldo Anggaran Lebih (SAL) untuk menambal defisit APBN. Penghematan anggaran cuma omon-omon.