Potongan Aplikator Sebesar 8% Tak Lantas Jamin Kesejahteraan Mitra Driver
Dengan skema fixed cost, perubahan potongan aplikator dari 20% menjadi 8% hanya mengurangi pendapatan aplikator tanpa adanya peningkatan pendapatan pengemudi.
7 artikel ditemukan
Dengan skema fixed cost, perubahan potongan aplikator dari 20% menjadi 8% hanya mengurangi pendapatan aplikator tanpa adanya peningkatan pendapatan pengemudi.
Kematian pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan melahirkan gelombang solidaritas lintas negara dengan gerakan pesanan makanan dan minuman untuk pengemudi ojol di Indonesia. Kemarahan dan perlawanan menular sampai ke mancanegara, seperti aksi diaspora di sejumlah negara.
Eskalasi terjadi karena lambatnya pemerintah dan anggota DPR memenuhi aspirasi terkait pembatalan tunjangan rumah, pun lambat bersuara ketika pengemudi ojol tewas digilas mobil Brimob. Bahkan, presiden telat mengunjungi keluarga almarhum. Sekalinya bersuara, fokus bicara soal dalang.
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri meminta maaf dan berjanji menindak tegas pelaku. Tujuh anggota polisi pengendara mobil rantis pelindas pengemudi ojek online (ojol) diamankan dan diperiksa. Insiden ini membuktikan kekerasan aparat masih terus dilestarikan dan tak berujung perbaikan.
Pemerintah akan naikkan tarif ojek online hingga 15%. Tapi driver menilai kenaikan itu percuma bila pemerintah tidak merevisi potongan tarif yang dibebankan aplikator Pengamat menilai pemerintah lemah terhadap aplikator. Kenaikan tarif bukan solusi ketika daya beli masyarakat lemah, dan justru akan mengerek inflasi.
Kegagalan merespons tuntutan mitra ojek online berpotensi mengganggu stabilitas sosial ekonomi dan merusak citra inovasi teknologi yang diharapkan membawa kesejahteraan bagi masyarakat.
Ojek pangkalan runtuh. Algoritma masuk, menentukan siapa dapat order, siapa menunggu. Abang-abang yang dulu dikenal nama, kini jadi titik GPS.