Jakarta, The Stance – Banyak yang memprediksi Mohamed Salah akan berlabuh ke Arab Saudi atau Major League Soccer (MLS) pasca meninggalkan klub Inggris Liverpool, tapi semua prediksi itu terbukti salah.

Kapten timnas Mesir itu justru membuat kejutan dengan memilih Trabzonspor sebagai klub barunya. Kepindahan pemain berusia 34 tahun itu pun memunculkan banyak pertanyaan, mengingat Trabzonspor bukan termasuk tiga klub terbesar di Turki.

Trabzonspor, selama ini berada di bawah bayang-bayang tiga raksasa sepak bola Turki: Galatasaray, Fenerbahce, dan Besiktas.

Bahkan, Besiktas sebelumnya dikabarkan paling gencar sempat melakukan pendekatan untuk merekrut mantan penyerang Liverpool tersebut. Lantas, apa alasan Salah mengambil keputusan tersebut?

Tawarkan Nilai Kontrak Besar

Mo Salah

Di atas kertas, keputusan tersebut cukup mengejutkan. Trabzonspor bukan peserta Liga Champions musim ini. Klub itu hanya finis di peringkat ketiga Liga Turki musim lalu sehingga harus memulai perjalanan di Liga Europa melalui babak play-off.

Selain itu, secara historis, Trabzonspor memang merupakan klub terbesar di luar Istanbul. Mereka mengoleksi tujuh gelar Liga Turki, meski enam di antaranya diraih pada era 1970-an dan 1980-an.

Gelar terakhir datang pada musim 2021-2022. Meski demikian, pengaruh klub tersebut masih jauh dibandingkan Galatasaray, Fenerbahce, maupun Besiktas. Bagi Trabzonspor, kehadiran Salah menjadi transfer terbesarnya dalam beberapa tahun terakhir.

Mengutip Sport Illustrated, Trabzonspor yang finis di posisi ketiga Liga Turki musim lalu, juga menawarkan kontrak berdurasi dua tahun dengan nilai yang sangat besar.

Sebelumnya, Salah menerima gaji US$539 ribu (Rp9,63 miliar) per pekan saat membela Liverpool. Di Trabzonspor, ia memperoleh US$19,6 juta setahun, atau US$377 ribu (Rp6,02 miliar) per pekan, belum termasuk bonus tanda tangan.

Trabzonspor menjadi satu-satunya klub Turki yang bersedia memenuhi paket kontrak yang diminta Salah. Besiktas dikabarkan menjadi klub paling serius bernegosiasi tapi akhirnya mundur karena tak mampu memenuhi permintaan finansial Salah.

Nilai kontrak tersebut memunculkan pertanyaan baru mengenai kemampuan finansial Trabzonspor. Pasalnya, klub tersebut tidak memperoleh pemasukan dari Liga Champions.

Transfer Salah terutama dibiayai sponsor yakni Turkish Airlines dan produsen mobil listrik Turki, Togg. Keduanya terkait erat dengan pemerintah Turki. Skema serupa beberapa kali digunakan klub-klub Turki ketika mendatangkan pemain bintang dunia.

Kesempatan Tampil di Kompetisi Eropa

Mo Salah - Trabzonspor

Faktor finansial diyakini bukan satu-satunya alasan di balik keputusan Salah. Ia ingin merasakan atmosfer kompetisi sepak bola yang ketat. Keputusan ini disebut didorong ambisi sang pemain untuk terus tampil dan berburu trofi di kompetisi elite eropa.

Legenda Liverpool Jamie Carragher sempat mengaku heran atas keputusan Salah memilih bergabung ke Trabzonspor. Mantan bek Liverpool itu menilai Salah sebenarnya masih memiliki kualitas untuk membela klub-klub elite Eropa.

Dengan bergabung ke Trabzonspor, Salah berkesempatan tampil di kompetisi antarklub Eropa. Juara Liga Turki tujuh kali itu telah mengamankan tiket menuju Liga Europa musim depan, meski masih harus melewati babak play-off untuk lolos ke fase liga.

Jika gagal, Trabzonspor tetap akan tampil di UEFA Conference League. Kesempatan untuk terus bersaing di level Eropa menjadi nilai lebih yang tidak bisa ditawarkan oleh MLS maupun Liga Arab Saudi.

Klub berjuluk Karadeniz Fırtınası itu berharap kehadiran Salah mampu mengangkat performa tim sekaligus mengakhiri puasa gelar Liga Turki sejak terakhir menjadi juara pada musim 2021/2022.

Dengan pengalaman dan mental juara yang dimilikinya, Salah diproyeksikan menjadi sosok sentral dalam ambisi Trabzonspor kembali bersaing di papan atas sepak bola Turki sekaligus tampil kompetitif di kompetisi Eropa musim ini.

Selain meningkatkan kualitas tim di lapangan, perekrutan sang megabintang diyakini mendongkrak pemasukan klub lewat penjualan jersey, sponsor, hingga kerja sama komersial lainnya.

Jadi Wajah Baru Liga Turki

suporter Trabzonspor

Suasana kota Trabzon juga dipercaya menjadi alasan Salah berlabuh ke Trabzonspor. Kota ini menawarkan kehidupan yang lebih tenang dibandingkan Istanbul.

Hal itu dinilai cocok dengan karakter Salah yang selama 9 tahun tinggal jauh dari hiruk-pikuk kota besar ketika membela Liverpool.Turki juga merupakan negara dengan mayoritas penduduk Muslim.

Meski bukan faktor utama, lingkungan tersebut diyakini menjadi nilai tambah bagi pemain berusia 34 tahun itu. Di Trabzonspor, Salah dipastikan menjadi ikon utama klub sekaligus wajah baru Liga Turki.

Sebagaimana diketahui, kedatangan Salah di Liverpool tidak hanya berdampak positif untuk klub, tapi juga kotanya.

Sebuah makalah akademis dalam American Political Science Review menemukan tingkat korelasi kehadiran Salah di Liverpool berdampak signifikan atas penurunan tingkat kejahatan berbasis kebencian di kota tersebut.

Kejahatan berbasis kebencian adalah tindak pidana yang bermotif prasangka terhadap kekurangan seseorang, ras, agama, orientasi seksual atau identitas transgender.

Menurut laporan BR Football, tingkat kejahatan kebencian di kota Liverpool turun 16% sejak Salah menjadi pemain The Reds, julukan Liverpool. Secara tidak langsung, Salah membuat kehidupan di kota Liverpool menjadi lebih aman dan nyaman.

Selain menjadi idola bagi suporter Liverpool. Sebagai seorang muslim, Salah dinilai memberikan pengaruh dan contoh yang baik melalui sikapnya dalam kehidupan sehari-hari.

Trabzonspor dan Solidaritas Terhadap Palestina

klub Trabzonspor

Di media sosial, ramai diberitakan bahwa salah satu alasan Salah bergabung ke Trabzonspor adalah karena klub ini tegas mendukung Palestina. Salah diketahui menjadi salah satu pesepakbola yang sangat peduli dengan isu Palestina.

Sebelumnya, ia pernah mengkritik Badan Sepak Bola Eropa UEFA yang tidak berani transparan menyampaikan penyebab kematian mendiang Suleiman Al-Obeid, yang dikenal sebagai "Pele Palestina", yang tewas akibat serangan Israel.

Baca Juga: Ketika FIFA Membisu Meski Israel Bunuh Legenda Sepak Bola Palestina

Bintang asal Mesir itu juga sebelumnya juga terus menyuarakan agar bantuan kemanusiaan diizinkan masuk ke Gaza selama perang yang berlangsung hampir 2 tahun.

Solidaritas Trabzonspor terhadap Palestina jugalah yang oleh banyak pihak dikaitkan dengan kepindahan Salah ke klub itu. Trabzonspor tegas menolak tawaran sponsor dari Coca-Cola, perusahaan yang terlibat penjajahan Israel terhadap Palestina.

"Tidak pantas bagi kami untuk membuat kesepakatan dengan Coca-Cola sementara ribuan anak-anak dibantai di Palestina,” kata presiden klub, Ertuğrul Doğan dilansir Anadolu pada Jumat 28 November 2025.

Coca-Cola, yang telah menawarkan sponsor kepada klub-klub di Süper Lig, telah mencapai kesepakatan dengan Galatasaray dan Fenerbahçe. Tidak seperti kedua klub besar tersebut, Trabzonspor memboikot tawaran Coca-Cola.

Produk minuman asal Amerika Serikat (AS) ini diboikot secara global karena dukungannya terhadap "Israel" selama genosida Gaza, yang berujung pada anjloknya penjualan secara global, khususnya di Turki.

Pangsa pasar Perseroan di Turki turun lima poin persentase dari 59% ke 54% dari tahun 2023 ke 2024 setelah diboikot. Para eksekutif Coca-Cola dilaporkan menggunakan klub sepak bola Turki sebagai alat untuk memperluas pangsa pasar mereka.

Target Patahkan Dominasi Istanbul

Galatasaray

Trabzonspor adalah klub yang memiliki basis pendukung besar dan sejarah berbeda dari klub-klub Turki lainnya, karena ia tidak mewakili Istanbul, melainkan memikul identitas seluruh kawasan Laut Hitam.

Pada musim 1975-1976, mereka menjadi klub pertama dari luar Istanbul yang meraih gelar Liga Turki, mengakhiri monopoli historis yang dipegang oleh Galatasaray, Fenerbahce, dan Besiktas.

Sepanjang sejarahnya, Trabzonspor meraih 6 gelar liga, 9 gelar Piala Turki, dan 10 gelar Piala Super Turki, di samping berbagai kesuksesan domestik lainnya.

Mereka juga terbiasa tampil di kompetisi Eropa, yang terakhir adalah keikutsertaan di Liga Konferensi Eropa, sebelum memastikan kembali ke Liga Champions Eropa musim ini.

Baca Juga:

Meskipun seluruh sorotan tertuju kepada Salah, bintang asal Mesir itu tidak akan sendirian dalam misi mengembalikan Trabzonspor ke podium juara, sebab tim ini memiliki sejumlah nama istimewa yang memberikan ambisi besar pada musim baru.

Di barisan terdepan menonjol penyerang asal Nigeria Paul Onuachu, salah satu penyerang paling berbahaya di kotak penalti, di samping winger asal Ukraina Oleksandr Zubkov, yang menjadi senjata penting di sisi lain.

Sementara itu, tim juga menaungi bek gaek Stefan Savic, pemilik pengalaman panjang bersama Atletico Madrid, dan gelandang asal Inggris Jon Lundstram, ditambah pemain gaek asal Nigeria Anthony Nwakaeme.

Trabzonspor juga diperkuat kiper Andre Onana, sehingga menjadi lebih seimbang di berbagai lini. Masuknya Salah diharapkan memperkuat keunggulan Tranzonspor untuk mematahkan dominasi Galatasaray yang menjuarai Liga Turki 4 musim beruntun.

Mantan bintang Liverpool itu dituntut membawa Trabzonspor bersaing di papan atas Liga Turki sekaligus membuktikan bahwa ia masih mampu bermain di level kompetisi elite eropa.

Salah juga diharapkan menuntaskan dahaga gelar ribuan pendukung Trabzonspor yang antusias menyambut kedatangan salah di bandara dan stadion Papara Park, Trabzon Turki pada awal Agustus 2026. (est)

Simak info publik, kebijakan & geopolitik dunia di kanal Whatsapp dan Telegram The Stance