
Oleh Syaifullah, pemerhati isu pendidikan dan sosial. Pernah menjadi leader consultant Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah, dan kini aktif sebagai Principal Consultant Implementasi Knowledge Management Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Jakarta menghadapi tantangan besar dalam mengelola kesehatan manusia. Tren kenaikan diabetes mellitus akibat obesitas menjadi beban bagi produktivitas warga kota.
Masalah kompleks ini tidak dapat diselesaikan hanya melalui instruksi birokrasi searah yang jangkauannya terbatas. Dibutuhkan terobosan pengelolaan informasi dan keahlian yang dinamis melalui Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management/KM).
Strategi ini dijalankan melalui Community of Practice (CoP) JakSehat dengan dukungan penuh Aplikasi JakSehat.
Davenport & Prusak (1998) mendefinisikan Knowledge Management sebagai campuran dari pengalaman yang terbingkai, nilai-nilai, informasi kontekstual, dan pandangan pakar sebagai kerangka kerja untuk mengevaluasi serta menyatukan pengalaman dan informasi baru.
Ekosistem ini mengalirkan pengetahuan medis melalui kolaborasi Pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, badan usaha, masyarakat, dan media. Wadah kolaborasi ini dikelola berdasarkan prinsip CoP.
Etienne Wenger (1998) menjelaskan bahwa CoP adalah sekelompok orang yang memiliki perhatian, masalah, atau minat yang sama terhadap suatu topik, dan mereka memperdalam pengetahuan serta keahlian melalui interaksi berkelanjutan.
Melalui CoP JakSehat, Jakarta mendorong perubahan perilaku masyarakat yang berbasis pada data dan literasi kuat.
Sinergi Pentahelix dalam Ruang Kolaborasi JakSehat

CoP JakSehat menjadi ruang kolaborasi antara birokrasi kesehatan dan masyarakat. Dalam sistem manajemen pengetahuan, CoP mengubah pengetahuan individual menjadi pengetahuan kolektif.
Dokter, ahli gizi, akademisi, kader kesehatan, dan media berkumpul membahas solusi penanganan obesitas. Hubungan di dalam komunitas ini melampaui batas formal institusi sehingga komunikasi berjalan lebih terbuka.
Pengelolaan pengetahuan ini diarahkan untuk memberikan dampak sosial secara langsung. Integrasi dengan Aplikasi JakSehat memungkinkan setiap anggota mengakses informasi risiko diabetes tanpa prosedur rumit.
Manajemen pengetahuan memastikan setiap materi memiliki dasar ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Aplikasi ini berfungsi sebagai pusat referensi akurasi informasi medis guna membentengi warga dari arus hoaks kesehatan di dunia maya.
Interaksi di dalam komunitas memfasilitasi proses belajar dari pengalaman praktis. Belajar dari sesama anggota membantu warga tetap konsisten menjalankan pola hidup sehat di tengah tantangan hidup kota besar.
Strategi yang berhasil dilakukan anggota didokumentasikan di dalam sistem aplikasi agar dapat dipelajari oleh anggota lainnya. Setiap individu dapat merancang program kesehatan pribadi tanpa harus memulai dari nol.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta memastikan ketersediaan sumber daya bagi aktivitas edukasi komunitas. Partisipasi warga dalam tantangan penurunan berat badan membuktikan metode CoP relevan dengan kebutuhan masyarakat urban.
Manajemen pengetahuan di JakSehat dirancang agar masukan peserta menjadi bahan evaluasi perbaikan program. Penggunaan aplikasi telah memperluas jangkauan transfer pengetahuan melewati batasan geografis di seluruh wilayah Jakarta.
Operasionalisasi 6 Siklus Manajemen Pengetahuan JakSehat
Implementasi program JakSehat mengacu pada enam siklus manajemen pengetahuan yang sistematis. Berdasarkan kerangka kerja Bukowitz & Williams (1999) serta Meyer & Zack (1996), proses dalam ekosistem JakSehat dibagi menjadi:
Identifikasi Pengetahuan (Get): Tim memetakan kompetensi penanganan obesitas, termasuk pemilihan pakar dan penentuan materi edukasi yang sesuai dengan profil kesehatan warga Jakarta.
Pembuatan Pengetahuan (Create): Para ahli merancang panduan praktis penurunan berat badan. Pengetahuan medis tentang metabolisme gula diolah menjadi instruksi harian di dalam aplikasi JakSehat agar mudah dijalankan masyarakat awam.
Penyimpanan Pengetahuan (Store/Refine): JakSehat menggunakan repositori digital pada aplikasi untuk menyimpan materi, rekaman diskusi, dan hasil evaluasi. Sesuai model Meyer & Zack (1996), tahap ini menjamin aksesibilitas informasi sebagai aset intelektual permanen.
Berbagi Pengetahuan (Share): Tema CoP JakSehat Triwulan 4 fokus pada optimalisasi transfer pengetahuan dalam ekosistem Pentahelix. Melalui pertemuan luring maupun daring, anggota bertukar informasi progres kesehatan untuk memperkuat motivasi kolektif dalam mencapai target penurunan berat badan.
Pemanfaatan Pengetahuan (Use): Anggota mengimplementasikan teori nutrisi dan aktivitas fisik ke dalam tindakan harian yang dipantau melalui fitur tracker aplikasi. Perubahan kondisi fisik peserta menjadi indikator efektivitas dari penerapan pengetahuan tersebut.
Pengayaan Pengetahuan (Learn/Build): Data lapangan mengenai perubahan gaya hidup peserta dianalisis untuk menemukan celah perbaikan. Tahap ini memastikan materi edukasi terus berkembang menjawab tantangan diabetes di masa mendatang.
Pendampingan konsultan manajemen pengetahuan memastikan setiap tahap berjalan sesuai metodologi.
Sinergi dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) DKI Jakarta memperkuat kompetensi aparatur daerah, sementara Pusat Data dan Informasi menyediakan infrastruktur teknologi agar aliran data kesehatan dari berbagai pihak terjaga kualitasnya.
Baca Juga: Melampaui Jarum: Perjuangan Sunyi dan Solidaritas Pasien Gagal Ginjal
JakSehat bergantung pada terbentuknya budaya belajar di seluruh elemen Pentahelix. JakSehat menanamkan nilai pembelajaran berkelanjutan agar warga proaktif menjaga kebugaran secara mandiri.
Manajemen pengetahuan menyediakan instrumen digital melalui Aplikasi JakSehat untuk menjaga kesadaran kolektif dalam pencegahan penyakit tidak menular.
Kader kesehatan di tingkat kelurahan dan kecamatan bergerak sebagai agen manajemen pengetahuan. Mereka menyebarkan aset intelektual yang ada di aplikasi JakSehat kepada warga di pemukiman.
Inovasi teknologi mempermudah distribusi pengetahuan ini, termasuk bagi kelompok usia muda melalui dukungan mitra media dan platform sosial.
Dokumentasi memori kolektif di dalam sistem aplikasi memastikan setiap tahap perkembangan program tersimpan untuk pengembangan kebijakan di masa depan.
Hal ini mendukung transparansi dan akuntabilitas program di mata seluruh mitra kolaborasi. CoP JakSehat merupakan model manajemen pengetahuan yang menggabungkan proses belajar sistematis, dukungan pimpinan, dan keterlibatan aktif warga.
Upaya kolektif ini merupakan investasi intelektual untuk mewujudkan kemandirian warga dalam menjaga kesehatan menuju Jakarta kota sehat.***
Untuk menikmati berita di berbagai dunia, ikuti kanal TheStanceID di Whatsapp dan Telegram.