
Oleh Fathimah Al Ma'shumah, peraih gelar PhD di bidang Statistikan & Pembelajaran Mesin (Statistics & Machine Learning).
Kalau kita cari di Google: Iranian Rials to USD. Kita akan lihat: IRR = US$0.00! Mata uangnya seolah gak ada harganya. Seolah hyperinflasi. Seolah negara sekarat.
Tapi kok 47 tahun diembargo, masih tegak berdiri? Kehidupan masih berjalan, bergulir. Chill. Santuy. Di balik itu semua, ada strategi-strategi yang mindblowing —yang justru berbalik jadi keunggulan Iran dibanding hampir semua negara di dunia.
Simak ya... Banyak pelajaran buat kita.
Iran tidak berdagang pakai Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication (SWIFT) tapi tetap berdagang. Sewaktu Iran dikeluarkan dari sistem pembayaran internasional SWIFT, dunia barat pikir: "selesai".
Ternyata Iran justru membangun jaringan barter bilateral langsung—dengan China, Rusia, India, Turki, Irak. Minyak ditukar beras. Gas ditukar infrastruktur. Komoditas ditukar komoditas.
Tanpa dolar. Tanpa izin Washington! Iran tidak bergantung pada VISA, Mastercard, atau sistem pembayaran Barat. Ini bukan kelemahan. Ini ternyata kedaulatan penuh.
Negara-negara yang bergantung pada VISA/Mastercard = negara yang bisa "dimatikan tombolnya" kapan saja dari luar.
Iran punya sistem pembayaran domestik sendiri: Shetab—jaringan interbank nasional yang sepenuhnya di bawah kendali Iran. Sanksi keuangan Barat? Sama sekali tidak bisa menyentuh transaksi dalam negeri mereka!
Kejatuhan Mata Uang ≠ Kejatuhan Negara.

Ini yang paling sering disalahpahami. Rial Iran memang jatuh nilainya terhadap dolar. Tapi rakyat Iran masih makan. Listrik masih menyala. Pabrik masih jalan.
Kenapa? Karena backup sebuah negara bukan pada jumlah kertas yang beredar, melainkan pada jumlah produksi dan jumlah aktivitas ekonomi riil di dalamnya.
Selama ladang gandum masih panen, selama pabrik baja masih produksi, selama dokter masih praktik—negara itu hidup.
Iran membangun ekonomi yang sengaja de-dollarized. Ini yang sekarang dikejar-kejar negara lain (Brasil, Rusia, India, China Afrika Selatan/BRICS, dll). Iran sudah melakukannya terpaksa sejak 1979.
Hasilnya? Mereka SUDAH KEBAL terhadap senjata paling ampuh Amerika: manipulasi nilai tukar dan pembekuan aset. Rusia baru belajar ini tahun 2022. Iran sudah menguasainya sejak beberapa dekade lalu.
Sanksi memaksa Iran menjadi salah satu negara paling self-sufficient di dunia.
Obat-obatan? Iran produksi sendiri—sekarang sebagai salah satu eksportir farmasi di kawasan.
Militer? Iran tidak bisa membeli senjata, maka mereka membuat sendiri—drone Shahed kini dipakai puluhan oleh negara.
Pangan? Iran adalah salah satu produsen pistachio, saffron, dan gandum terbesar dunia.
Embargo mengajarkan mereka: jangan pernah bergantung pada musuhmu untuk kebutuhanmu.
Pelajaran untuk Kita

Iran bermain di ekonomi bayangan yang lebih besar dari yang kita kira Jaringan perdagangan informal Iran—melalui Uni Emirat Arab (UEA), Oman, Yaman, Irak— nilainya diperkirakan puluhan miliar dolar per tahun. Hal ini bukan ilegal di mata mereka.
Ini yang dinamakan survival strategy yang sudah diwariskan turun-temurun sejak jalur sutra. Pedagang Iran sudah ahli berputar di antara celah-celah sistem global jauh sebelum embargo modern ada.
Yang paling paradoks: Negara-negara yang tidak diembargo—yang bergantung penuh pada SWIFT, VISA, Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF), dan dolar— justru lebih rentan terhadap tekanan geopolitik.
Satu keputusan Washington bisa melumpuhkan ekonomi mereka dalam semalam.
Iran sudah imun dari skenario itu.
Jadi: IRR = USD 0.00 di Google bukan tanda kematian. Itu adalah tanda bahwa Iran sudah keluar dari permainan yang memang dirancang untuk mengendalikan mereka.
Mereka tidak menang di papan catur yang sama. Mereka membangun papan catur sendiri!
Setuju atau tidak, strategi ketahanan ekonomi Iran adalah salah satu studi kasus paling menarik dalam sejarah geopolitik modern.
Baca Juga: Pesawat Siluman yang Diruntuhkan Fisika Sederhana
Iran mengajarkan sesuatu yang sederhana tapi dalam: Ketergantungan adalah kerentanan!
Beberapa hal yang bisa kita mulai, dari skala terkecil:
Kurangi ketergantungan pada satu sistem, satu platform, satu sumber penghasilan
Bangun skill nyata —bukan sekadar sertifikat
Investasi pada produksi, bukan spekulasi kertas
Kenali produk lokal. Beli produk lokal.
Negara yang kuat lahir dari setiap bagian negara dan juga setiap satuan individu yang tidak mudah dikendalikan oleh sistem luar.***
Simak info publik, kebijakan & geopolitik dunia di kanal Whatsapp dan Telegram The Stance.