
Oleh Didi Sugandi, jebolan Institut Teknologi Bandung (ITB), pernah mengajar di program Training for Trainer (TOT) SIDEKA (Sistem Informasi Desa dan Kawasan) Badan Prakarsa Pemberdayaan Desa dan Kawasan (BP2DK) dan turut mendirikan lembaga nirlaba Combine Resource Institution (CRI) pada tahun 2000.
Kecuali jika seseorang dengan sadar melakukan sesuatu yang merugikan orang lain, setiap manusia menginginkan dirinya untuk diketahui--atau lebih jauh, dimengerti--oleh orang lain.
Penderitaan terbesar yang mungkin dialami--diderita--oleh seseorang adalah ketika ia tidak dimengerti oleh siapapun. Istri yang tidak dimengerti oleh suami akan menderita sekali. Atau sebaliknya.
To understand me is to love me.
Seseorang yang tidak dimengerti oleh kawanannya ("kaumnya") akan tersingkir ke pinggiran terluar, "termarginalisasikan". Dan itu menyakitkan sekali.
Pada tataran yang paling dalam, apa yang ingin dicapai oleh seseorang melalui "dikenali atau dimengerti oleh orang lain" adalah "mengenali, mengetahui, mengerti siapa dirinya sebenarnya."
Baca Juga: Mewujudkan Negara Agung, dari Mana Memulainya?
Terdapat sebuah paradoks: untuk mengenal dirinya sendiri manusia perlu dikenali oleh orang lain lebih dahulu.
Aku tidak bisa mengenali diriku sendiri kalau aku tidak mau mengenali orang lain dan untuk mengenali orang lain aku harus mau dikenali.
Ketika di dalam diriku terlalu banyak rahasia yang aku sembunyikan dari orang lain, bagaimana mungkin aku bisa dikenali dengan sebenar-benarnya?
Untuk mengetahui siapa diriku sebenarnya aku harus bersedia diriku yang sebenar-benarnya diketahui oleh orang lain.
Tidak Cukup dengan Pendeskripsian

"Memperkenalkan diriku yang sebenar-benarnya, yang sejatinya" tidak akan pernah mencapai yang sebenar-benarnya jika hanya melalui "pendeskripsian" ("pemerian") misalnya seperti:
"Sebenarnya aku tuh ..... kamu tahu nggak?", "Sebenarnya aku adalah .... " atau melalui penjelasan-penjelasan (explanations).
Penjelasan dan atau pendeskripsian hanyalah perkara-perkara di dalam domain penjelasan (explanation domain) atau domain pendeskripsian (description domain), tidak atau bukan perkara aktualitas (actuality) yang sebenar-benarnya.
Apapun deskripsi atau penjelasanmu tentang dirimu jika perbuatanmu berbeda dengan semua itu maka semua deskripsi dan atau penjelasan itu tidak menjadi data bagi orang lain.
"Dataa"--yang kemudian menjadi "data" sampai sekarang,--di dalam bahasa Sanskrit artinya "yang memberi wujud", form giver bagi "dirimu yang sebenarnya", your true self.
Perbuatanmu adalah data bagi orang lain. What you do is my data.
Eksistensi dan, identitas kamu berasal dari apa yang kamu perbuat, bukan berasal dari penjelasan-penjelasanmu atau pemerian-pemerianmu (pendeskripsian) dirimu yang kamu katakan-- kamu claim-- kepada dirimu sendiri atau kepada orang lain.
Eksistensi dan, identitas kamu juga bukan apa yang orang lain jelaskan atau deskripsikan tentang kamu. Itu mungkin perlu (necessary) tapi tidak akan cukup (sufficient).***
Simak info publik, kebijakan & geopolitik dunia di kanal Whatsapp dan Telegram TheStance.