Jakarta, The Stance – Seiring dengan perkembangan dunia digital, cara masyarakat menikmati pertandingan sepak bola terus berubah. Fenomena tersebut terlihat saat laga Indonesia melawan Kamboja di Piala Asean Football Federation (AFF) 2026.
Jika dahulu laga Timnas Indonesia identik dengan layar televisi, kini jutaan suporter justru berkumpul di platform digital untuk menyaksikan pertandingan bersama kreator konten favorit mereka.
Siaran langsung yang dibawakan Reza Arap via kanal YouTube menarik 1,1 juta lebih penonton yang menyaksikan secara bersamaan (concurrent viewers), bahkan sempat menyentuh 1,2 juta penonton ketika Indonesia unggul telak atas Kamboja.
MNC Group selaku Official Broadcast Partner Piala AFF 2026 membuat terobosan besar di industri penyiaran dengan mengajak kreator konten menayangkan seluruh pertandingan ASEAN Hyundai Cup 2026 atau Piala AFF 2026 via kanal youtube.
Langkah strategis ini diambil untuk menambah euforia serta jangkauan turnamen ke ranah digital, yang menyasar generasi muda. Seluruh pertandingan dalam turnamen ini dipastikan bisa disaksikan gratis via kanal YouTube pribadi milik Reza Arap, YB.
Kolaborasi ini juga memunculkan sejarah baru dalam dunia penyiaran nasional, lantaran untuk pertama kalinya turnamen sepak bola sekelas Piala AFF ditayangkan melalui platform seorang konten kreator.
Kerja sama ini sudah mengantongi izin resmi dari Sportfive selaku pemegang hak siar utama (principal rights holder). Tayangan itu bakal beriringan dengan tayangan konvensional di jaringan televisi MNC Group seperti RCTI, pada 24 Juli-26 Agustus.
Melalui skema ini, pencinta sepak bola nasional punya opsi lain, dan tidak harus terpaku dengan televisi. Penggemar dapat menonton gratis melalui gawai masing-masing.
Kolaborasi Pertama TV dengan Konten Kreator Siarkan Tayangan Bola

Direktur PT Media Nusantara Citra Tbk sekaligus Acquisition Director RCTI, Dini Putri, menjelaskan bahwa kolaborasi ini menjadi sejarah baru bagi industri penyiaran tanah air.
"Kami dari MNC dan Reza Arap (YBRAP) memutuskan berkolaborasi, pertama kali di Indonesia seorang Youtuber akan menjadi penayangan sebuah event yaitu ASEAN Championship Hyundai Cup 2026," ujar Dini, dikutip dari Antara.
Sementara bagi Reza Arap, kesempatan untuk menyiarkan turnamen sepak bola akbar antarnegara Asia Tenggara merupakan sebuah momentum besar yang tidak boleh dilewatkan.
"Itu kesempatan besar. Semua tahu di sini massa sepak bola, terutama Timnas juga semasif itu. Jadi dengan kolaborasi, kenapa engga gitu dan terima kasih juga buat atensinya," kata Reza Arap.
Dini meyakini pendekatan digital bersama personel Weird Genius tersebut bakal menjangkau basis penonton yang jauh lebih luas. Sinergi ini diharapkan dapat mendongkrak euforia kompetisi sepak bola tertinggi di Asia Tenggara ke level yang lebih luas.
Menariknya, tayangan di kanal YouTube YB bisa diakses oleh masyarakat luas tanpa perlu berlangganan fitur membership.
Pemirsa bakal dimanjakan dengan siaran langsung berbahasa Indonesia, dan tayangan digital ini direncanakan tidak hanya menghadirkan laga Timnas Indonesia saja.
Pihak penyelenggara juga menyiapkan rangkaian program pendukung, termasuk: ulasan pertandingan, preview, talk show, watch party, hingga liputan langsung dari stadion.
Reza Arap Telah Sukses Lewat Marapthon

Keputusan stasiun TV RCTI berkolaborasi dengan Reza Arap Oktovian bukan tanpa alasan. Sebelumnya, di jagat digital, dia sukses lewat proyek live streaming nonstop bermama “MARAPTHON” yang kini sudah masuk ke season 3.
Hanya dalam waktu 6 hari sejak diluncurkan, saluran Youtube miliknya menduduki peringkat pertama global dalam kategori Most Watched Channels.
Program ini bukan sekadar siaran langsung biasa, melainkan sebuah konsep maraton streaming yang memadukan obrolan santai, cerita personal, hiburan spontan, hingga berbagai aktivitas tak terduga yang berlangsung dalam waktu lama.
Marapthon lahir dari keinginan Arap menciptakan pengalaman streaming berbeda dari kebanyakan konten live lainnya. Di reality show itu dia tampil apa adanya, tanpa banyak batasan, sehingga penonton merasa lebih dekat dan terlibat secara emosional.
Live streaming memiliki karakter berbeda dengan YouTube karena mengandalkan interaksi real-time dengan audiens. Semakin loyal komunitasnya, semakin besar potensi pemasukan dari donasi dan subscription.
Sumber kekayaannya bisa berasal dari donasi penonton, subscription berbayar, iklan saat live, kontrak eksklusif platform dan kerja sama sponsor saat streaming.
Industri streaming di Indonesia berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, dan Reza Arap termasuk figur yang memanfaatkan momentum ini sejak awal.
Cara Gen Z Menikmati Sepakbola

Di era digital saat ini, terutama sejak Generasi Z mulai mendominasi percakapan publik, cara menikmati sepakbola berubah total. Ia bukan lagi sekadar tontonan, tapi menjadi gaya hidup yang terhubung dengan media sosial, budaya pop, hingga fesyen.
Bagi Gen Z, menonton full match bukan lagi satu-satunya cara menikmati sepak bola. Highlight 60–90 detik di TikTok dan Instagram sering kali cukup untuk menangkap momen penting sebuah pertandingan.
Gol spektakuler, selebrasi unik, reaksi pelatih, bahkan blunder pemain dikemas dalam format cepat, visual dan mudah dibagikan. Di linimasa mereka, ekspresi pemain setelah mencetak gol bisa viral lebih cepat daripada skor akhir pertandingan itu.
Perubahan pola konsumsi ini juga membawa transformasi ke budaya nobar. Generasi Z menjadikan sepak bola sebagai aktivitas sosial yang mempertemukan komunitas, bukan hanya tontonan individual.
Jika dulu nonton bareng dilakukan di warung kopi sederhana dengan kursi plastik, sekarang nobar bisa ditemukan di rooftop bar, creative studio, atau coffee shop dengan ambience aesthetic.
WSC Sport Fan Engagement Study 2025/2026 juga menemukan bahwa fandom Gen Z makin bergeser dari tim ke orang.
Mereka merasa lebih terhubung dengan atlet daripada tim, lebih terbiasa dengan streaming dan banyak yang dipengaruhi streamer atau independent creator dalam mengikuti olahraga terutama lewat video game.
Perubahan ini menunjukkan satu hal, sepak bola terus berevolusi mengikuti generasinya. Generasi Z tidak membuat sepak bola kehilangan esensinya mereka hanya mengubah cara ia dinikmati.
Ajang Piala Dunia Influencer

Mengutip dari The Athletic, Piala Dunia 2026 boleh dibilang menjadi "Piala Dunia Influencer". Hal ini karena FIFA menyadari bahwa cara orang menikmati sepakbola kini semakin beragam.
Lewat program “Creator Correspondent”, FIFA telah memberikan akses istimewa kepada 30 tokoh TikTok selama Piala Dunia dan memberikan gambaran tentang bagaimana media sosial sedang mengubah cara peliputan sepak bola di Amerika Utara.
Ada juga IShowSpeed, CazeTV, konten TikTok, Youtube dan creator yang diberikan akses seluas-luasnya untuk memproduksi konten di stadion.
Hal itu sangat relevan dalam Piala Dunia yang berlangsung di Amerika Utara. Karena olahraga ini masih tergolong niche di dua dari tiga negara tuan rumah, yaitu Kanada dan AS.
Bermitra dengan TikTok merupakan langkah strategis bagi FIFA yang tidak membayar para kreator secara langsung untuk membuat konten. Ingin menarik penggemar baru ke dalam permainan? Berikan mereka sesuatu yang mudah dicerna.
“Sepak bola sangat visual dan emosional. Sebuah gol spektakuler, penyelamatan luar biasa, atau perayaan yang tak terlupakan dapat menceritakan sebuah kisah lengkap hanya dalam beberapa detik, yang membuatnya secara alami menarik dalam lingkungan konten singkat,” kata Rollo Goldstaub, Kepala Bidang Olahraga Global di TikTok.
Baca Juga: Dimentahkan Negara Maju, PSSI & Uganda Dukung Infantino Jual Saham Piala Dunia
Lantas, apakah tayangan sepakbola di televisi akan mati dengan adanya digital? Yang jelas, tayangan TV saat ini belum mati di tengah mahalnya hak siar pertandingan siaran langsung sepakbola baik dalam dan luar negeri.
Namun tren menonton sepakbola kini sudah makin melebar dan banyak pilihan. Ia tak lagi harus benar-benar hadir di tengah lapangan.
Karena menikmati sepak bola kini sudah bisa lewat live streaming yang memuat live chat, kolom komentar, ditambah konten-konten video pendek.
Di sana kita tak lagi harus kuatir kesepian menonton bola, tapi juga bisa ikutan bercanda, marah, spam emoji bareng infleuncer dan merasa jadi bagian "tongkrongan" yang sedang menikmati sepak bola. (est)
Simak info publik, kebijakan & geopolitik dunia di kanal Whatsapp dan Telegram The Stance