
Oleh Viva Yoga Mauladi, seorang aktivis cum politisi di bawah bendera Partai Amanat Nasional di mana ia menjadi Wakil Ketua Umum, kini berkiprah sebagai Wakil Menteri Transmigrasi Indonesia.
Umur adalah jejak waktu yang berjalan pelan namun pasti. Menorehkan garis-garisnya pada tubuh dan jiwa manusia. Umur tidak pernah bertanya, apakah kita siap. Tidak pula menunggu saat kita merasa cukup.
Setiap detik yang berlalu adalah kesaksian bahwa hidup sedang bergerak menuju titik akhirnya, sekaligus mengajarkan bahwa keberadaan ini bersifat sementara.
Fana itu hanya sekejap mata. Seiring bertambahnya usia, manusia menua bukan hanya dalam hitungan tahun, tetapi dalam lapisan-lapisan pengalaman.
Rambut memutih, kulit mengendur, dan tenaga perlahan surut. Namun di balik perubahan fisik itu tersimpan cerita tentang perjuangan, pengorbanan, kehilangan, harapan, prestasi, dan kebijaksanaan.
Tubuh mungkin melemah, tetapi kesadaran justru kian menajam bahwa hidup bukan soal berapa lama, melainkan seberapa bermakna ia dijalani.
Menua adalah bahasa sunyi yang digunakan waktu untuk mengingatkan manusia akan batasnya. Bahwa segala yang tumbuh akan layu, yang hidup akan mati, yang berawal akan berakhir, dan segala yang bernapas akan berhenti.
Kematian bukanlah kegagalan hidup, melainkan penyempurnaan siklus hidup kemanusiaan.
Kematian hadir sebagai kepastian yang adil, menanggalkan semua perbedaan, dan mengembalikan manusia pada hakikat awalnya: makhluk yang fana. Dibatasi ruang dan waktu.
Baca Juga: Di Balik Film 'Sore' : Ketika Manusia Terjungkal di Depan Waktu
Pada akhirnya, ketika napas terakhir terlepas, manusia kembali kepada Tuhannya. Ia akan membawa seluruh amal perbuatan, torehan sejarah, niat, dan jejak yang pernah ditinggalkan.
Usia pun berhenti dihitung, digantikan oleh pertanggungjawaban.
Maka hidup di antara lahir dan mati sejatinya adalah perjalanan pulang—sebuah kesempatan singkat untuk mengenal diri, mencintai sesama, manfaat yang diberikan kepada dunia, dan mendekat kepada Sang Pencipta, sebelum waktu benar-benar usai.
Tutup buku. Malaikat lepas mencatat***
Simak info publik, kebijakan & geopolitik dunia di kanal Whatsapp dan Telegram TheStance.