Jakarta, TheStance – Setelah sempat menyatakan hiatus, kelompok band heavy metal Seringai bersiap merilis album terbaru bertitel “IV: Anastasis” pada 23 April 2026.

Album berisi 12 lagu ini menjadi momen spesial sekaligus emosional karena menyimpan banyak sentuhan dari mendiang gitaris mereka, Ricky Siahaan.

Seringai yang beranggotakan Arian 13 (vokal), Sammy Bramantyo (bas), dan Edy Khemod (drum) memadukan metal, rock, hingga hardcore dengan intens. Banyak eksplorasi dilakukan, tetap tajam, dan menghantam.

Lewat album yang diproduseri Sammy Bramantyo itu, Seringai makin emosional dan penuh amarah dari segi lirik. Tidak hanya soal pilu yang gelap dan reflektif, tapi juga mampu menggambarkan keadaan sosial politik saat ini.

Album IV: Anastasis memiliki banyak cerita. Ini merupakan karya pertama sejak Seringai memasuki masa hiatus setelah Ricky meninggal di Tokyo, Jepang pada 19 April 2025.

Ricky wafat seusai menyelesaikan tur Taiwan dan Jepang bersama Seringai dan menelurkan beberapa album mulai dari mini album High Octane Rock (2004), Serigala Militia (2007), Taring (2012), dan Seperti Api (2018).

Banyak penggemar mengira band ini bakal absen lama, karena selama hiatus, sejumlah personil memilih sibuk menjalankan proyek masing-masing. Arian13 langsung tancap gas membuat proyek musik baru bersama Negatifa, band bergenre hardcore.

Sementara itu, Edy Khemod sibuk menjadi show director beberapa pertunjukan seni, hingga Sammy yang memilih fokus menjalankan bisnis.

Karya Terakhir Bersama Ricky Siahaan

Ricky Siahaan

Namun, Serigala Militia (sebutan fans Seringai) dikejutkan ketika Seringai mengumumkan judul album Maret lalu. Seolah tak mau bersedih lama pasca kepergian Ricky, Seringai meluncurkan 2 video sekaligus, Sejati dan Senarai Feses pada 26 Maret 2026.

Dua lagu tersebut menandai kebangkitan Seringai yang disambut hangat pencinta musik keras. Edy menjelaskan, album ini menjadi momen spesial sekaligus emosional karena menyimpan banyak sentuhan dari mendiang Ricky.

Karakter permainan gitar, riff, hingga sound khas Ricky tetap menjadi dasar album ini. Bahkan, demi menjaga orisinalitas, seluruh lagu menggunakan tuning gitar serta peralatan asli milik Ricky.

Dari 12 lagu yang ada, sebanyak 11 lagu dikerjakan bersama Ricky sebelum wafat. Hanya satu lagu berjudul “Tirani Lagi” yang dibuat tanpa keterlibatannya.

“Makanya ditutup pakai ‘Akar’, itu seperti klosur bersama Ricky. Bahkan di ujungnya masih ada artefak permainan dia,” jelas Khemod saat sesi dengar eksklusif untuk album comeback IV: Anastasis di Jakarta, Kamis 9 April 2026.

Pengerjaan album ke empat Seringai ini dibantu oleh Angga Kusuma yang merupakan gitaris Billfold, Collapse, dan eks-Taring. Angga dipilih selain karena dekat dan berguru pada mendiang Ricky Siahaan, dia dinilai punya karakter serta kualitas mumpuni.

Setelah kepergian Ricky, Seringai kini dibantu dua gitaris yakni Angga dan Darma Respati (Negatifa) untuk urusan panggung. Arian13 mengungkapkan, Ricky semasa hidup juga sempat mengutarakan ketakjuban terhadap Angga Kusuma.

"Waktu tur ke Jepang tahun 2019, kami (Seringai) bareng band Taring, Ricky sempat bilang, kalau pas gue enggak bisa main, dia (Angga Kusuma) cocok menggantikan gue,” ucap Arian 13 mengenang perkataan Ricky Siahaan.

Lebih Gelap dan Reflektif

Seringai - konser

Materi album IV: Anastasis sebenarnya sudah dipersiapkan sebelum tur Jepang. Sekitar 7 demo lagu bahkan telah dibuat. Arian13 menyebut, suasana global sejak pandemi hingga kepergian Ricky turut memengaruhi arah musik mereka.

Setidaknya, butuh rentang waktu delapan tahun untuk mereka bisa mengeluarkan album IV: Anastasis. Album ini pun terasa lebih gelap dan reflektif dibanding karya sebelumnya.

Kepergian Ricky menjadi semacam bayang-bayang yang memberi kedalaman emosional di materi album ini. Namun, alih-alih tenggelam dalam duka, Seringai memilih meresponsnya dengan energi yang tetap menyala keras, tajam, dan tanpa kompromi.

Seringai membuka album IV: Anastasis dengan lagu 'Melunaskan Dendam'. Personel sepakat memilih lagu yang terinspirasi dari band metal asal Kanada, Voivod itu sebagai pembuka karena berpotensi langsung menggebrak.

"Lagu ini cocok jadi pembuka album, seperti dendam yang harus dibayar,” ujar Edy Khemod. Selanjutnya, lewat lagu 'Matinya Kepakaran', Seringai mengkritisi fenomena banyaknya pemengaruh yang tidak kompeten di media sosial.

Lagu tersebut diklaim sebagai komposisi paling eksploratif dari Seringai. "Lagu ini soal orang lebih percaya pada pesohor dan influencer daripada pakar," ucap Arian 13.

Masih terkait kondisi sosial politik termutakhir, Seringai menyertakan karya tentang tragedi 98 dalam album terbaru. Lagu bertajuk 'Membungkam 98' mengangkat sosok Ita Martadinata yang merupakan korban pemerkosaan massal pada Mei 1998.

Baca Juga: Lagu Darah Juang, Konser John Tobing dan Kenangan Nezar Patria

Lewat lirik menohok, 'Ita Martadinata, dibunuh bangsa sendiri', Seringai mengingatkan pendengar tentang sejarah kelam yang kini coba dibungkam.

"Sejarah coba ditulis ulang oleh pemenang (rezim sekarang), tetapi sebenarnya korban 98 banyak dibungkam," tegas Arian13.

Seringai juga memasukkan salah satu lagu cover untuk album IV: Anastasis. Lagu 'Perang Bintang' milik Punk Modern Band didaur ulang oleh Seringai yang diketahui personilnya merupakan penggemar Duran Duran.

Lagu new wave tersebut ada dalam album Kompilasi 10 Bintang Nusantara yang dirilis 1987 silam. Di album ini, Seringai memasukkan sebuah lagu instrumental yang sakral dan pilu, berjudul 'Akar'.

Lagu Akar berisikan permainan gitar Ricky semasa hidup. Pada saat itu, gitaris berjuluk Riffmeister tersebut rekaman dengan gitar akustik untuk kebutuhan demo.

"Ini satu-satunya yang ada permainan Ricky Siahaan, kami tarik dari demo. Waktu itu rekaman akustik, ditodong dengan mikrofon," ungkap Edy Khemod.

Seringai menutup album IV: Anastasis dengan lagu 'Tirani Lagi' yang merupakan karya pertama yang diciptakan Seringai setelah kepergian Ricky. Lagu ini menampilkan pengaruh musik death metal seperti Bolt Thrower yang mengilhami Seringai.

Konsisten Boikot Spotify

Seringai - Spotify

Album IV: Anastasis dari Seringai sudah meluncur ke telinga pendengar sejak 16 April 2026. Tidak hanya album, Seringai juga menyiapkan sebuah pertunjukan spesial pada 23 April 2026.

Setelahnya, Seringai dijadwalkan bakal kembali menggebrak berbagai panggung dengan formasi live terbaru.

Menariknya, Arian, Khemod dan Sammy sepakat untuk tidak merilis materi album baru mereka di Spotify. Sikap ini konsisten mereka jalankan sejak menarik seluruh katalog lagu mereka dari platform Spotify pada pertengahan Oktober 2025.

Langkah ini diambil setelah muncul kabar bahwa CEO Spotify melakukan investasi sebesar 600 juta euro ke perusahaan teknologi drone dan kecerdasan buatan (AI) yang terlibat dalam pengembangan militer.

Hal ini tentu saja bertolak belakang dengan sikap Seringai yang selalu menggaungkan pesan perdamaian.

Meski demikian, karya musik Seringai masih bisa didengarkan lewat platform musik digital lainnya. Mulai dari Bandcamp, YouTube Music, Deezer dan sebagainya.

“IV: Anastasis” bukan sekedar album baru, tetapi juga bentuk penghormatan sekaligus menandai akhir sekaligus awal perjalanan Seringai dengan warisan musik Ricky Siahaan yang tetap hidup. (est)

Simak info publik, kebijakan & geopolitik dunia di kanal Whatsapp dan Telegram TheStance