Jakarta, The Stance – Polresta Magelang mencabut rekomendasi izin penyelenggaraan konser Andrea Bocelli di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada 31 Oktober 2026.

Langkah ini diambil menyusul banyaknya penolakan dari elemen kelompok masyarakat atas kehadiran penyanyi tenor asal Italia tersebut terkait rekam jejaknya yang mendukung zionisme dan tentara Israel.

Kepada jurnalis, Wakil Kepala Poisi Resor Kota (Wakapolresta) Magelang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bim Rekoaji mengonfirmasi pencabutan izin penyelenggaraan Bocelli, tetapi tidak memaparkan alasan terperinci di baliknya.

"Per hari ini sudah kita cabut. Satu bendel pencabutan surat rekomendasi kegiatan konser Andrea Bocelli kepada panitia penyelenggara," katanya dalam audiensi di kantor Unit Taman Wisata Borobudur (TWB), Selasa 13 Oktober 2026.

Sementara itu, pengelola kawasan wisata masih menunggu koordinasi dengan manajemen pusat untuk menentukan kelanjutan acara tersebut.

Pernyataan Bim yang membacakan perihal pencabutan rekomendasi pengurusan izin langsung disambut takbir oleh massa Forum Bersama Rakyat dan Umat Islam yang sengaja datang ke kantor TWB untuk menolak konser tersebut.

Forum Umat Islam Datangi Kantor Taman Wisata Borobudur

massa - andrea bocelli

Forum Bersama Rakyat dan Umat Islam mendatangi kantor TWB untuk audiensi dengan Commercial Group Head PT TWB AY Suhartanto, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Farnia Berliani Sri Tulodho dan Polres Magelang.

Ketua Front Persaudaraan Islam (FPI) Magelang Raya Senno Saputro Poin menyambut positif pertemuan tersebut yang langsung melibatkan institusi-institusi terkait dari kepolisian, TWC dan Dinas Pariwisata.

"Dari pihak kepolisian kita apresiasi langkah-langkah taktis yang sudah diambil dengan langsung mencabut rekomendasi. Ini penting menjadi kata-kata yang menyejukan bagi kami. Artinya, separuh jalan terkait dengan konser sudah batal," katanya.

Dalam pertemuan itu, Senno mengapresiasi Dinas Pariwisata bersama Satpol PP Kabupaten Magelang yang mencopoti billboard konser Andrea Bocelli. Dirinya berharap rekomendasi pencabutan izin ini bisa diteruskan dan ditindaklanjuti ke Mabes Polri.

Namun, dia mengingatkan bahwa upaya menolak konser musisi yang dianggap pro-genosida Palestina itu baru separuh jalan, mengingat konser bersifat nasional itu bisa saja kemudian diperlancar dengan izin dari Markas Besar (Mabes) Polri.

"Kalau nasional ini otomatis izinnya kalau di kabupaten rekomendasinya sudah dicabut bisa jadi ada konspirasi yang nanti izin keluar dari Mabes. Itu yang kita tidak inginkan, tapi minimal Magelang clear dulu. Tinggal Borobudur kita kasih waktu 2x24 jam," ujarnya.

AY Suhartanto sendiri mengaku kepastian lanjut-tidaknya konser ini akan berkoordinasi dan menunggu arahan dari pusat. "Karena terus terang apa yang sudah disampaikan akan kita eskalasikan. Itu jawaban dari kami," katanya.

MUI Desak Batalkan Konser Andrea Bocelli

Sudarnoto Abdul Hakim

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah membatalkan rencana konser penyanyi asal Italia, Andrea Bocelli, di Indonesia.

Desakan ini disampaikan setelah pemerintah membatalkan konser musisi asal Amerika Serikat, Israel Houghton, bersama grup musik Israel & New Breed.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri Sudarnoto Abdul Hakim, meminta pemerintah bersikap konsisten menolak kegiatan yang melibatkan figur pendukung zionisme.

Sikap tersebut sejalan dengan prinsip Indonesia yang menentang penjajahan dan mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.

"Kali ini kembali saya ingin menegaskan bahwa rencana konser Andrea Bocelli harus dibatalkan demi menjaga prinsip keberpihakan kita pada kemanusiaan," ujar Sudarnoto yang dikutip dalam laman resmi MUI, Sabtu 10 Oktober 2026.

Penolakan MUI ini berlandaskan pada Fatwa MUI No. 83/2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina. Fatwa tersebut menegaskan bahwa segala bentuk dukungan terhadap aksi agresi, kebiadaban, dan kezaliman Israel hukumnya haram.

Semula Andrea Bocelli dijadwalkan berlangsung di Candi Borobudur pada 31 Oktober dan di Jakarta pada 3 November 2026.

Sudarnoto menyebut penolakan MUI didasarkan pada rekam jejak Bocelli yang pernah terlibat penggalangan dana untuk militer Israel (IDF) di Los Angeles pada 2010. Selain itu, penyanyi tersebut juga pernah menggelar konser di Tel Aviv pada 2022.

"Jangan berikan panggung kepada siapa pun yang ikut mendanai pembunuh warga Gaza dan Palestina," tegasnya.

Kemenpar Tegak Lurus Ikuti Keputusan MUI

kemenpar - bocelli

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI menyatakan komitmennya untuk menghormati dan mengikuti keputusan serta arahan MUI terkait polemik rencana konser penyanyi legendaris asal Italia, Andrea Bocelli, di Indonesia.

Sikap tersebut disampaikan Sekretaris Kementerian Pariwisata, Bayu Aji, seusai melakukan silaturahim dengan jajaran Dewan Pimpinan MUI di Kantor MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa 13 Oktober 2026.

Bayu mengatakan, Kemenpar belum mengeluarkan pernyataan resmi karena masih mempelajari perkembangan persoalan tersebut. Namun, ia menegaskan pemerintah akan mempertimbangkan dan mengikuti keputusan MUI terkait polemik konser itu.

"Kami masih terus mempelajari situasi ini. Tapi kalau memang dari MUI sudah menyatakan ini, tentu kami akan tegak lurus mengikuti apa yang menjadi keputusan MUI," kata Bayu dikutip dari laman resmi MUI.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk membahas polemik konser secara mendalam dan mencari titik temu dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk nilai-nilai keumatan dan sikap Indonesia terhadap Palestina.

Bayu menegaskan, pemerintah memiliki posisi yang jelas dalam mendukung Palestina. Karena itu, masukan dari para pimpinan MUI akan dikomunikasikan lebih lanjut untuk mencari penyelesaian yang dapat mengakomodasi berbagai pertimbangan.

"Ya, kita mencoba mencari titik temu karena ini kan terkait dengan keumatan. Sikap pemerintah kan sudah jelas, mendukung Palestina. Ada arahan-arahan dari beliau-beliau di MUI yang akan coba kita komunikasikan lagi," ujarnya.

Baca Juga: Arrmanatha Nasir, Kembalinya Diplomat Karier di Pucuk Diplomasi Indonesia

Salah satu hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah kemungkinan menjalin komunikasi dengan manajemen Andrea Bocelli, meski kewenangan terkait perizinan konser berada di luar ranah Kementerian Pariwisata.

Secara politis, Kemenpar berharap konser bisa dilanjutkan di mana pihak penyanyi menyampaikan pernyataan resmi yang menunjukkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina, sesuai masukan yang disampaikan pimpinan MUI.

Menurutnya, Kemenpar melihat rencana penyelenggaraan konser dari perspektif promosi dan pengembangan industri pariwisata. Namun, pemerintah juga perlu mempertimbangkan aspek keagamaan, sosial, dan aspirasi umat.

"Kita juga harus melihat sudut pandang lainnya, tentu adanya keumatan dan lain sebagainya. Karena negara ini kan sudah resmi menyatakan bahwa mendukung pemerintahan Palestina," kata Bayu.

Profil Andrea Bocelli

andrea bocelli

Di tengah polemik, sosok Andrea Bocelli kembali menarik perhatian publik, bukan hanya karena rencana penampilannya, tetapi juga perjalanan panjangnya di industri musik dunia.

Andrea Bocelli lahir di Lajatico, Tuscany, Italia, pada 22 September 1958. Ia merupakan putra dari pasangan Alessandro dan Edi Bocelli. Di balik popularitasnya sebagai penyanyi tenor, Bocelli memiliki perjalanan hidup yang tidak mudah.

Ia mengalami gangguan penglihatan sejak kecil dan kehilangan penglihatannya sepenuhnya pada usia 12 tahun setelah mengalami kecelakaan saat bermain sepak bola.

Kondisi tersebut tidak menghentikannya untuk mengembangkan kemampuan bermusik. Bocelli justru terus mengasah bakatnya hingga berhasil menjadi salah satu penyanyi tenor yang dikenal luas di dunia.

Ketertarikan Bocelli terhadap musik telah muncul sejak masih anak-anak. Pada usia enam tahun, ia mulai belajar memainkan piano. Seiring bertambahnya usia, ia juga mempelajari sejumlah instrumen lain, termasuk flute dan saksofon.

Selain menguasai instrumen musik, Bocelli terus mengembangkan kemampuan vokalnya. Suara khasnya kemudian membuka jalan menuju industri musik profesional.

Salah satu titik penting dalam perjalanan kariernya terjadi pada 1990, ketika ia mengikuti audisi untuk lagu Miserere.

Kemampuan vokalnya menarik perhatian musisi dan tenor ternama Luciano Pavarotti. Momen tersebut menjadi salah satu langkah penting yang membantu memperluas peluang Bocelli di dunia musik

Mendunia Sejak Tahun 1994

Andrea Bocelli

Karier Andrea Bocelli semakin berkembang ketika ia memenangkan kategori pendatang baru di Festival Musik Sanremo pada 1994. Ia meraih penghargaan tersebut melalui lagu Il Mare Calmo della Sera.

Popularitasnya semakin mendunia setelah lagu Time to Say Goodbye, versi duet yang dikenal luas bersama Sarah Brightman, mendapat sambutan besar dari penikmat musik internasional.

Sejak saat itu, Bocelli dikenal sebagai penyanyi yang mampu menjangkau pendengar musik klasik maupun pop. Ia juga terus tampil di berbagai panggung internasional selama perjalanan kariernya

Rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia semula menjadi bagian dari perayaan tiga dekade album Romanza, salah satu album penting dalam kariernya.

Pertunjukan tersebut direncanakan melibatkan Shoemaker Live dan Jakarta International Expo (JIExpo). Bocelli sendiri menyambut positif rencana kembali tampil di Tanah Air setelah sekitar satu dekade.

"Saya senang bisa kembali ke Indonesia setelah satu dekade dan sangat menantikan kehangatan serta keramahan masyarakatnya," ujarnya.

Namun, rencana tersebut kini berada di tengah sorotan setelah MUI mengungkit dugaan keterlibatan Bocelli dalam kegiatan penggalangan dana untuk pasukan militer Israel pada 2020 serta konsernya di Tel Aviv pada 2022. (est)

Simak info publik, kebijakan & geopolitik dunia di kanal Whatsapp dan Telegram TheStance